Aceh Singkil, Riwayat Daerah Yang Mengabaikan Potensinya

ACEH Singkil merupakan daerah yang kaya dengan potensi wisata. Apalagi, daerah ini memiliki tiga lokasi suaka alam yang potensial menjadi obyek wisata alam, yakni Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak.

Namun, semua potensi itu belum tergarap dengan optimal. Pemerintah setempat lebih suka menggarap sektor perkebunan, terutama perkebunan sawit yang notabene berkontribusi besar terhadap kerusakan alam di sana.

Aceh Singkil merupakan daerah paling ujung di Aceh. Jaraknya mencapai 642 kilometer atau sekitar 11 jam 33 menit perjalanan darat ke arah selatan dari ibu kota Aceh, Banda Aceh.

Daerah tempat lahirnya ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf Al-Singkili alias Syiah Kuala, ini merupakan salah satu kabupaten termuda di Aceh, yakni berdiri pada 20 April 1999 setelah mekar dari Kabupaten Aceh Selatan.

Kabupaten yang pernah menjadi pintu masuk utama Islam dan perdagangan di wilayah barat Aceh ini memiliki banyak potensi wisata alam. Paling tidak, daerah ini memiliki Suaka Margasatwa Rawa Singkil seluas 82.374 hektar, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak seluas 205.720 hektar, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak seluas 24.706 hektar.

Semua potensi itu menawarkan keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Suaka Margasatwa Rawa Singkil misalnya. Di sana, pelancong bisa melihat keunikan hutan rawa yang rimbun berbaur dengan perairan yang bersih.

Pelancong pun bisa melihat satwa langka secara langsung, seperti buaya muara (Crocodylus porosus) dan orangutan sumatera (Pongo abelii).

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/31/203500127/Aceh.Singkil.Riwayat.Daerah.yang.Mengabaikan.Potensinya

Leave a Reply