“Acidity”, “Aftertaste” Dan Aneka Istilah Dalam Mencicipi Kopi

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi orang awam, cita rasa kopi bisa jadi sama saja: pahit jika tak pakai gula. Namun rupanya, tiap jenis kopi punya ciri khas dalam hal cita rasa dan aroma.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan varietas kopi terbanyak di dunia. Bayangkan saja, kini ada sekitar 20 varietas kopi yang berasal dari ujung barat hingga timur Nusantara. Beda daerah asal, beda pula citarasanya.

Sendydjaja Genta Susilo, barista sekaligus Q Grader dari Djournal Coffee menjelaskan beberapa istilah yang harus Anda tahu saat mencicipi kopi. Q Grader adalah titel seseorang yang telah mendapat sertifikasi dari Coffee Quality Institute yang berbasis di California, Amerika Serikat. Seorang Q Grader bisa membedakan jenis kopi berdasarkan aroma, tekstur, tingkat keasaman, dan lain-lain.

“Pertama adalah fragrance. Ini adalah bau kopi saat masih dalam bentuk bubuk, belum diseduh air panas,” tuturnya dalam acara public cupping di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (17/8/2016).

Pria yang akrab dipanggil Sendy itu menuturkan, fragrance bisa jadi bau apa pun mulai dari buah, rempah, kayu, rumput, sampai tanah.

Istilah kedua adalah aroma. Berbeda dengan fragrance, aroma adalah bau kopi setelah diseduh air panas. Sendy menuturkan, aroma bisa berbeda dengan fragrance.

“Kemudian ada acidity, dalam Bahasa Indonesia berarti tingkat keasaman. Namun lebih banyak barista menggunakan istilah acidity karena ‘asam’ kesannya tidak enak. Padahal maksudnya bukan begitu,” jelas Sendy.

Acidity bisa dibagi dalam tiga kategori yakni rendah, medium, dan tinggi. Istilah berikutnya adalah flavor alias rasa.

“Saat mencicipi kopi, caranya adalah diseruput atau slurp. Ini agar kopi mengenai seluruh bagian mulut mulai dari ujung hingga pangkal, juga sisi kiri dan kanan,” jelas Sendy.

Pria itu menuturkan, tak ada benar dan salah dalam menentukan fragrance, aroma, dan flavor. Bagi seseorang, secangkir kopi mungkin tercium seperti wangi buah jeruk. Namun bagi orang lain, bisa jadi kopi tersebut tercium seperti wangi rempah.

Body adalah istilah berikutnya. Ini merupakan tekstur yang bergantung pada kekentalan kopi. 

“Apakah teksturnya seperti susu, teh, atau seperti air putih. Body yang light akan sangat mudah ditelan, seperti minum air putih,” tambah dia.

Terakhir adalah aftertaste. Ini adalah rasa yang tertinggal di mulut usai meminum kopi. 

“Apakah ada cita rasa lengket, sedikit menyangkut di tenggorokan, atau sama sekali clean alias bersih. Seperti tidak habis minum kopi,” tambah Sendy.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/20/200500627/.Acidity.Aftertaste.dan.Aneka.Istilah.dalam.Mencicipi.Kopi

Leave a Reply