Assalamualaikum, Salar

SALAR merupakan salah satu etnis minoritas yang beragama Islam di Tiongkok. Etnis Salar mendiami wilayah Kabupaten Otonomi Etnis Salar Xunhua yang terletak di timur laut Xining, ibu kota Provinsi Qinghai.

Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan menggunakan bus menuju Salar dengan melintasi jalan berkelok menyusuri tebing, berpadu dengan keindahan alam berupa gugusan pegunungan.

KOMPAS/PRIYOMBODO Sejarah etnis Salar di tembok pagar Camel Spring.

Nama Salar diyakini berasal dari nama suku Turkmenistan yang dipanggil dengan ”Salor”.

Sebagian besar warga yang bermukim di pinggiran Sungai Kuning ini bermatapencarian sebagai petani dan pedagang.

Masjid Gaizi merupakan masjid besar yang menyimpan sejarah panjang etnis Salar. Di dalam museum di kompleks masjid itu tersimpan Al Quran bertulis tangan yang jadi identitas mereka.

KOMPAS/PRIYOMBODO Remaja Muslim Salar.

Unta putih menjadi lambang dari etnis Salar. Patung unta putih di Camel Spring diyakini sebagai awal mula etnis Salar di wilayah itu.

Banyak versi cerita tentang sejarah etnis Salar. Namun, menurut cerita masyarakat setempat, adalah dua saudara laki-laki yang berkelana mencari daerah baru dengan seekor unta putih yang membawa sebuah tas berisi tanah, sebotol air, dan kitab suci Al Quran dari tanah air mereka.

KOMPAS/PRIYOMBODO Muslim Salar menuju masjid untuk menunaikkan shalat Ashar berjemaah.

Hingga suatu malam unta putih itu menghilang dan ditemukan telah menjadi patung. Namun, tas berisi tanah, air, dan Al Quran itu tetap utuh di punuknya.

Air dan tanah yang dibawa sama dengan air dan tanah di lokasi tersebut sehingga mereka memutuskan untuk menetap di wilayah itu. (Priyombodo)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Oktober 2016, di halaman 32 dengan judul “Assalamualaikum, Salar”.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/14/100400527/assalamualaikum.salar

Leave a Reply