Bebas Visa Ke Jepang, Simak Dulu Prosedurnya

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak 1 Desember 2014, Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki e-passport bisa memasuki Jepang tanpa visa. Namun belum banyak wisatawan yang tahu, bagaimana tata cara masuk Negeri Sakura itu menggunakan e-passport.

“Memang bebas visa, namun ada tata caranya,” tutur Hiroshi Murakawa, perwakilan dari agency AAB Indonesia yang menaungi pariwisata Tokyo kepada KompasTravel saat ditemui pada acara Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Dari situs Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, tertera tata cara dan prosedur untuk mendapatkan bebas visa. Wisatawan yang berhak mendapatkan bebas visa hanya pemilik e-passport dengan logo chip di bagian sampul depan sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization). Wisatawan harus melakukan registrasi e-passport di Kantor Perwakilan Negara Jepang (Kedutaan Besar Jepang/ Konsulat Jenderal Jepang/ Kantor Konsulat Jepang) di Indonesia sebelum keberangkatan.

Bukti registrasi bebas visa

WNI yang telah melakukan registrasi e-passport akan diberikan bukti registrasi oleh Kedutaan Besar Jepang/ Konsulat Jenderal/ Kantor Konsulat dengan ketentuan sebagai berikut:

– Tujuan perjalanan: kunjungan singkat (wisata, bisnis, kunjungan keluarga, kunjungan teman, atau kunjungan singkat lainnya)

– Durasi masa tiinggal: 15 hari

– Masa berlaku: tiga tahun atau sampai batas akhir berlaku paspor (bila masa berlaku paspor kurang dari tiga tahun. Mengikuti masa berlaku terpendek)

– Biaya: gratis

– Proses registrasi: dua hari kerja (hasil proses diserahkan hari berikutnya).

Tata cara registrasi pra-keberangkatan

1. Pemohon atau perwakilan pemohon membawa e-passport dan formulir aplikasi (bisa diunduh di situs www.id.emb-japan.go.jp/visa_waiver_form.PDF) ke kantor Kedutaan Besar Jepang/ Konsulat Jenderal/ Kantor Konsulat di Indonesia untukĀ  diregistrasi.

2. Kedutaan/ Konsulat Jenderal/ Kantor Konsulat akan menerima berkas permohonan, melakukan proses registrasi, menempelkan stiker bebas visa, dan menyerahkannya kembali kepada pemohon.

3. Yang bersangkutan dapat melakukan perjalanan ke Jepang untuk durasi tinggal maksimal 15 hari, berkali-kali hingga masa berlaku stiker tersebut habis, tanpa harus melakukan registrasi lagi di tiap perjalanan.

4. Bagi pemohon bebas visa yang tidak dikabulkan permohonannya, harus melakukan permohonan visa seperti biasa.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1. WNI pemegang paspor selain e-passport tetap memerlukan visa untuk masuk ke Jepang. Bebas visa hanya berlaku untuk kunjungan maksimal 15 hari. Bila berencana untuk tinggal lebih dari 15 hari atau tujuan bekerja di Jepang, wajib mengajukan permohonan visa dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Bila ada penggantian paspor atau perubahan nama di paspor, wajib melakukan registrasi kembali dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

3. WNI pemegang e-passport yang masuk ke Jepang tanpa melakukan registrasi bebas visa sebelumnya, akan dicekal di bandara Jepang. Registrasi ini wajib dilakukan sebelum keberangkatan. Selain itu, ada kalanya petugas imigrasi bandara akan menanyakan tujuan kedatangan, durasi tinggal, atau pun informasi lainnya yang dibutuhkan, termasuk meminta tiket pulang-pergi maupun tiket menuju negara lain. Dari hasil tanya jawab oleh petugas imigrasi tersebut, dimungkinkan yang bersangkutan tidak dapat masuk ke Jepang.

4. Bagi WNI yang pernah dideportasi, dalam masa cekal, pernah melakukan pelanggaran hukum baik di Jepang dan atau pelanggaran hukum di negara lain dan pernah menjalani masa tahanan 1 (satu) tahun atau lebih, tidak dapat masuk ke Jepang meskipun telah melakukan registrasi pra keberangkatan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/09/120900427/bebas.visa.ke.jepang.simak.dulu.prosedurnya

Leave a Reply