Beda Dengan Jakarta, Ini Etika Naik KA Di Tokyo

JAKARTA, KOMPAS.com – Sama seperti di Indonesia, di Jepang khususnya di Tokyo juga memiliki etika saat berkendara umum, khususnya di kereta api bawah tanah yang menjadi moda transportasi utama warga Tokyo.

Namun, tetap ada perbedaan etika ketika menumpang kereta api bawah tanah di Tokyo dengan KRL di Jakarta. 

“Tata krama naik kereta api di Jepang cukup ketat. Pertama yang paling penting adalah naik dan turun penumpang, penumpang turun selalu harus lebih dahulu,” kata Manager, Demand Generation & Marketing Department of Tokyo Metro, Atsushi Kamimura di Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Kamimura kemudian menjelaskan peraturan kedua yang berhubungan dengan penggunaan handphone.

“Tidak diperbolehkan mengobrol lewat handpone, kecuali email dan chatting masih boleh. Kalau bicara dengan teman saat di kereta juga boleh, tapi tak boleh keras-keras suaranya,” kata Kamimura.

Tambahan lainnya yang unik dari etika naik kereta api di Tokyo adalah penggunaan kamera yang cukup ketat.

Kamimura mengatakan tak boleh memotret mendekati kereta api, tak boleh memotret menggunakan lampu cahaya kamera khususnya saat kereta melewati jalur terowongan karena dapat membahayakan pengemudi kereta, dan tak boleh menggunakan tripod untuk memotret.

“Ya, kalau mau memotret di stasiun bersama teman-teman tetap diperbolehkan. Asalkan jangan dekat rel, karena kereta api di Jepang cepat datangnya,” kata Kamimura.

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Pemerintah Jepang mengemas beragam wisata alam hingga atraksi lintas prefektur di wilayah Tohoku demi menarik kunjungan turis. Untuk perjalanan antarprefektur Fukushima, Iwate, Aomori, Miyagi, Akita, Yamagata, dan Niigata, kereta peluru ‘shinkansen’ menjadi pilihan utama. Tampak sebuah ‘shinkansen’ di Stasiun Tokyo bersiap menuju kota Hirosaki, Prefektur Aomori, Jumat (10/5/2016) lalu.

Selain peraturan yang disebut oleh Kamimura, tambahan lain dari situs resmi Tokyo Metro menyebutkan jika penumpang harus menghargai perempuan hamil saat menumpang kereta.

“Kami menyediakan gantungan kunci ibu hamil di stasiun Tokyo Metro. Sangat penting untuk memberi perhatian istimewa kepada kesehatan dan keselamatan dari calon ibu dan anaknya meski dalam tingkat kehamilan yang pertumbuhan janinnya masih belum dapat dilihat,” katanya.

Tokyo Metro juga memberlakukan gerbong khusus perempuan, anak sekolah dasar, serta penumpang disabilitas pada jam padat penumpang yakni pukul 05.00 – 09.30. Tidak begitu sulit bukan menaati etika menumpang kereta api di Jepang? 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/12/062100227/beda.dengan.jakarta.ini.etika.naik.ka.di.tokyo

Leave a Reply