Begitu Seram, Angkernya Halloween Horror Nights Bikin Bulu Kuduk Merinding

SINGAPURA, KOMPAS.com – Malam itu, suasana Universal Studios Singapore (USS) tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Tempat wisata di Singapura yang terkenal menyajikan wahana permainan itu “disulap” menjadi tempat yang kental aroma mistis oleh pengelola.

Ya, pada Selasa (26/9/2016) malam, sedang diselenggarakan kegiatan media preview Halloween Horror Night. Acara ini telah digelar untuk yang kali keenam sejak tahun 2011 lalu. KompasTravel mengambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama ratusan jurnalis se-Asia.

Ada yang berbeda dari Halloween Horror Nights kali ini. Acara ini hadir dengan jumlah rumah hantu terbanyak dan prosesi teater yang terinspirasi dari Festival Kematian (Day of the Dead). Ada lima rumah hantu, dua scare zone tempat penghuni kegelapan berkeliaran di malam hari, serta dua pertunjukan live spektakuler.

Dengan kuasa Lady Death yang membangkitkan kembali arwah-arwah dan kengerian yang menyelimuti Halloween Horror Nights 6 kali ini.

“Edisi keenam Halloween Horror Nights akan menyajikan nuansa horor lokal Singapura dengan tempat angker yang ikonic seperti Old Changi Hospital. Di tahun ini pengunjung akan merasakan suasana yang lebih menyeramkan dari tahun-tahun sebelumnya dengan rumah hantu terbanyak dan juga prosesi teater kami yang pertama,” ujar Senior Vice President of Attractions Resort World Sentosa, Jason Horkin.

Dalam kesempatan ini, saya mencoba mengawali petualangan menyeramkan dengan terlebih dahulu menjajal rumah hantu bernama Salem Witch House. Anda pasti akan dibuat gemetar ketakutan menyaksikan angkara murka DeFeo Witches, yang dibangkitkan kembali oleh para penyihir yang melakukan ritual di situ.

Jantung pun kian berdetak cepat saat mulai masuk ke rumah hantu itu. Benar saja, sejak melangkahkan kaki di pintu masuk, saya sudah disuguhkan aroma tak sedap yang menyeruak. Aroma itu seakan menandakan ucapan selamat datang yang bernuansa mistis kepada saya dan rombongan jurnalis lainnya.

Belum hilang aroma tak sedap, saya dikagetkan oleh munculnya kepulan asap putih tebal yang mengganggu penglihatan. Setelah saya berhasil menembus kepulan asap itu, tiba-tiba muncul sesosok hantu wanita berperawakan menakutkan yang membuat saya dan rombongan reflek berteriak.

Rupanya, hantu wanita itu bukan yang terakhir. Hampir tiap berpindah ruangan saya selalu dikejutkan oleh para hantu yang sedang melakukan ritual membangkitkan arwah-arwah menakutkan. Tak henti-hentinya saya dan rombongan selalu berteriak histeris ketika para hantu muncul dari tempat yang tak diduga.

DOK. Resort World Sentosa Salah satu hantu di acara Halloween Horror Nights Festival 6, Universal Studios Singapore

Ya, baru satu rumah hantu yang saya masuki saja sudah sukses membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Namun, hal itu tak menyurutkan niat saya untuk mencoba memasuki rumah hantu lainnya. Pada kesempatan kedua, saya dan rombongan memilih masuk ke rumah hantu bertajuk Hawker Centre Massacre.

Tiap langkah kaki menuju pintu masuk semakin membuat keringat saya mengucur deras karena membayangkan keangkeran apalagi yang akan dipertunjukan. Kami pun mulai masuk ke pintu rumah hantu itu dan langsung disambut oleh aroma menyengat yang tidak mengenakan.

Belum jauh kami melangkah masuk, tiba-tiba dikagetkan oleh suara peralatan masak yang saling berbenturan. Rupanya, Hawker Centre Massacre merupakan pusat kuliner yang berubah menjadi jamuan horor saat para korban keracunan makanan radioaktif yang menjelma menjadi makhluk buas pemakan daging.

Di tempat itu, terdapat hantu penjual makanan yang sedang mencincang pengunjung untuk dimakan dagingnya. Belum lagi, banyak hantu yang muncul dari tempat tak terduga yang membuat kami berteriak lantaran terkejut. Mereka muncul mulai dari kolong meja, tempat sampah dan dari balik rak-rak peralatan masak yang ada di tempat itu.

Tak hanya itu, kami juga dikagetkan oleh air yang tiba-tiba menyemprot dari pipa-pipa yang bocor. Belum lagi suara-suara mistis yang selalu menggema menemani langkah kaki kami menuju pintu keluar rumah hantu itu.

Setelah keluar dari Hawker Centre Massacre, rasa penasaran kami untuk mencoba masuk ke rumah hantu lainnya makin tinggi. Meski tiap rumah hantu yang kami masuki sukses membuat bulu kuduk merinding, namun rasa penasaran kami lebih besar untuk merasakan sensasi mistis yang disuguhkan Hallowen Horror Nights 6 ini.

Pada kesempatan ketiga, saya beserta rombongan lainnya memilih untuk masuk ke rumah hantu bertema Bodies of Work. Di sini, seniman Damien Shipman mengajak pengunjung untuk masuk ke memorinya yang menceritakan sebuah penghormatan mengerikan bagi keluarganya yang tewas terbakar secara tragis di suatu rumah.

Akhdi martin pratama Suicide Forest merupakan salah satu scare zone yang ada di Hallowen Horror Nights 6, Universal Stiludios Singapore

Benar saja, di pintu masuk saya sudah merasakan suasana rumah yang terbakar. Pengelola mencoba menunjukan udara panas saat proses terbakarnya rumah keluarga Damien. Di tempat itu, saya dipertontonkan hantu-hantu yang berwajah buruk rupa karena habis terbakar.

Selain itu, suara rintihan perempuan yang meminta pertolongan semakin membuat dramatis rumah hantu itu. Tak hanya perempuan, di rumah hantu tersebut juga memunculkan hantu anak kecil yang sedang berlarian di dalam rumah.

Suasana makin angker karena hantu anak kecil itu menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil berisak tangis. Tangisan itu seakan membawa kami memasuki memori Damien tentang bagaimana keluarganya terpanggang dalam kobaran api.

Bodies of Work, sukses membuat kami merinding ketakutan dengan suara tangisan serta kemunculan hantu-hantu dari tempat tak terduga di dalam rumah tersebut. Meski sepanjang penelusuran terus dibuat takut oleh penghuni rumah itu kami akhirnya berhasil keluar.

Kami pun segera bergegas untuk melanjutkan sensasi keangkeran yang ada di Halloween Horror Nights 6 lainnya. Setelah memasuki 3 rumah hantu, kami memutuskan untuk mencoba keangkeran Scare Zone di Suicide Forest. Di sini, kami mendapatkan pengalaman mencekam dalam menyelusuri tanah terlarang.

Scare Zone ini dipenuhi oleh tangisan putus asa dan kehadiran arwah jahat yang mencari mangsanya. Baru tiba di pintu masuk saja, kami sudah disambut oleh seorang hantu dengan berpenampilan seperti anak sekolah. Namun, hantu itu memiliki wajah yang sangat menyeramkan.

Tak hanya hantu anak sekolah, di sini kami juga disuguhkan oleh hantu perempuan yang berada di dalam mobil ambulans yang dipenuhi darah di sekujur tubuhnya sambil berteriak meminta pertolongan. Scare Zone ini sukses membuat kami merinding ketakutan.

Selain dari hantu-hantu yang berwajah tak enak dilihat, Scare Zone ini juga menampilkan pohon-pohon yang menggantungkan tengkorak-tengkorak manusia. Hal itu, membuat tempat itu semakin mistis.

Keluar dari Suicide Forest, kami memutuskan untuk masuk ke rumah hantu yang digadang-gadang menjadi tempat paling menakutkan di Halloween Horor Nights 6. Ya kami akan memasuki Old Changi Hospital yang terkenal angker. Di sini kami disuguhkan oleh hantu-hantu penuh dendam dari sejarah berdarah Singapura.

Mulai dari kuntilanak yang mengembara di lorong-lorong rumah sakit, rintihan penghuni rumah sakit hingga hantu berperawakan tentara yang sedang menyiksa pasien rumah sakit. Tidak salah rasanya jika Old Changi Hospital menjadi sorotan utama dalam acara kali ini. Di tempat itu sukses membuat suara kami parau karena terlalu sering berteriak ketakutan.

Selanjutnya, kami memasuki rumah hantu terakhir yang diberi nama Hu Li’s Inn. Lokasi yang mengabil latar Shanghai Tua ini, menampilkan para makhluk gaib berubah bentuk dan akan mengambil nyawa dengan rayuan maut nan mematikan.

Berbeda dari rumah hantu lainnya, pada awal kami memasuki rumah hantu tersebut kami terkejut karena menampilkan pagelaran musik China. Namun, ketika kami merasa heran, tiba-tiba lampu dimatikan. Setelah inilah kejutan yang sesungguhnya baru dimulai.

Saat lampu mati, barulah para makhluk gaib bermunculan yang membuat kami ketakutan sambil berlari. Setelah keluar dari ruangan pertama, kami kembali dikagetkan lantaran ruangan selanjutnya dipenuhi dengan kaca di sekelilingnya. Hal itu membuat kami semakin susah untuk menebak darimana hantu-hantu berpakaian china akan muncul.

Benar saja, ketika kami fokus untuk mencari jalan keluar muncul sesosok hantu menakutkan. Kemunculan hantu itu sontak membuat kami mempercepat langkah. Lagi-lagi kami dikejutkan oleh hantu yang muncul menghadang di depan.

Sontak, kemunculan hantu itu membuat kami memundurkan langkah kaki tetapi kami kembali dibuat merinding oleh hantu laki-laki berwajah pucat yang muncul dari balik kaca. Kami yang kaget itu, akhirnya memutuskan berlari agar segera menyelesaikan ruangan yang dipenuhi kaca itu. Namun kengerian ternyata belum berakhir…

Bagaimana akhir perjalanan ini? Anda bisa rasakan sendiri pada acara Halloween Horror Nights yang dibuka untuk pengunjung mulai 30 September 2016 dan berlangsung selama 16 malam tertentu dalam lima pekan. Pengunjung bisa menikmati acara ini mulai pukul 19.30 waktu setempat.

Tiket early bird tersedia seharga 51 dollar Singapura (Rp 500.000) dan 56 dollar Singapura (Rp 550.000), dan bisa dibeli via online atau loket USS. Tiket reguler tersedia dengan harga 65 dollar Singapura (Rp 630.000) dan 69 dollar Singapura (Rp 675.000).

Bagi pengunjung yang ingin merasakan lebih dari sekali dapat membeli frequent fear pass untuk kunjungan tak terbatas selama 16 malam. Selain itu, Anda juga dapat mendaftar untuk tur behind the screams. Anda dapat menikmati kilasan ekslusif dari balik layar sebelum acara dimulai. Namun hanya tersedia untuk beberapa malam tertentu dengan jumlah terbatas.

Pilihan paket ini hanya tersedia bagi para pengunjung yang telah mendaftar untuk R.I.P tur atau VIP tur siang hari di USS. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat mengunjungi laman resmi Resort World Sentosa di www.rwsentosa.co.id/hhn.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/30/200400127/begitu.seram.angkernya.halloween.horror.nights.bikin.bulu.kuduk.merinding

Leave a Reply