Buddha Perak Nan Sakral Di Yangon

YANGON, KOMPAS.com – Dari luar, Kaba Aye Pagoda di Yangon tampak seperti kuil Buddha pada umumnya. Pagoda berlapis emas tampak berkilauan dari kejauhan. Tak hanya bagian luar, dalamnya pun dipenuhi ornamen berwarna emas.

“Bagi umat Buddha, penting untuk memberikan hal paling berharga yang mereka punya. Dalam hal ini, emas adalah yang paling berharga,” tutur Nang Hla May, pemandu wisata yang mengantar KompasTravel dan rombongan dari Tourism Authority of Thailand (TAT) berkeliling Yangon beberapa waktu lalu. 

Itulah mengapa mayoritas pagoda dan patung Buddha berwarna emas. Namun begitu melangkahkan kaki ke Kaba Aye Pagoda yang terletak di Yangon, saya menemukan patung Buddha berwarna perak.

“Patung Buddha ini terbuat dari perak murni. Keberadaannya disakralkan, karena menjadi simbol toleransi umat beragama,” tutur May, panggilan akrab perempuan tersebut.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Warga lokal silih berganti untuk berdoa di beberapa titik Kaba Aye Pagoda. Barisan pengunjung yang memanjatkan doa juga tampak di depan patung Buddha perak.

Apa hubungan antara patung Buddha perak dengan toleransi umat beragama? May menjelaskan, Kaba Aye Pagoda adalah kuil yang dibuat dalam rangka perhelatan Buddhist Council ke-6 pada 1952. Tepat 2.500 tahun setelah Buddhist Council pertama digelar di sebuah goa di India.

“Dalam perhelatan tersebut, dibicarakan juga tentang toleransi dan perdamaian antar umat beragama. Itulah mengapa Kaba Aye juga disebut World Peace Pagoda,” tambah dia.

Di kompleks yang sama, terdapat Maha Pasana Guha Cave yang merupakan goa buatan tempat digelarnya pertemuan seluruh agama di Myanmar. Keduanya dibangun pada 1952.

May menjelaskan, kuil-kuil Buddha di Myanmar biasanya memiliki empat atau lima pintu masuk. Begitu pun dengan Kaba Aye Pagoda, yang memiliki lima pintu masuk di tiap sisinya yang berbentuk lingkaran.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Kaba Aye Pagoda adalah kuil yang dibuat dalam rangka perhelatan Buddhist Council ke-6 pada 1952. Tepat 2.500 tahun setelah Buddhist Council pertama digelar di sebuah gua di India.

“Empat pintu masuk melambangkan empat Buddha yang telah lalu. Sedangkan jika memiliki lima pintu masuk, melambangkan empat Buddha yang telah lalu dan satu future Buddha,” paparnya.

Kaba Aye Pagoda memiliki tinggi 35 meter, penuh ornamen berwarna emas dan tempelan kaca berukuran kecil di seluruh dinding. Bagian tengah kuil ditempati sebuah ruangan berbentuk persegi, berisi patung Buddha terbuat dari perak murni.

“Perak ini berasal dari wilayah utara Myanmar. Di sana adalah penghasil emas, perak, dan beberapa batu mulia seperti giok dan ruby,” tambah May.

Hanya sedikit pengunjung yang datang hari itu. Namun, warga lokal silih berganti untuk berdoa di beberapa titik Kaba Aye Pagoda. Barisan pengunjung yang memanjatkan doa juga tampak di depan patung Buddha perak.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/05/150200327/buddha.perak.nan.sakral.di.yangon

Leave a Reply