Coretan Di Gunung Terus Muncul, Luluk Tidak Menyerah

JAKARTA, KOMPAS.com — Luluk Kartikawati adalah penggagas CAV OT MOUNTAIN (Clean Art Vandalism on the Mountain), gerakan bersih-bersih gunung yang dilakukan secara sukarela. Wanita cantik itu menggagas CAV OT MOUNTAIN pada 2015. Alasannya, banyak sekali pendaki yang meninggalkan “jejak” menggunakan cat semprot di batu atau sepanjang jalur pendakian.

“Ada palang tulisan ‘jangan buang sampah sembarangan’, oleh mereka malah ditempeli stiker. Malah ada juga stiker dari pencinta alam,” tutur Luluk kepada KompasTravel, Minggu (2/10/2016).

(Baca: Wanita Cantik Ini Sukarela Bersihkan Vandalisme di Gunung Indonesia)

Perempuan asal Solo ini sangat menyayangkan tindakan yang tidak baik dari para pendaki. Saat menikmati alam, mereka juga seharusnya menjaga alam dengan baik. Bersama kawan relawannya, Luluk juga melakukan penanaman kembali pohon sebanyak satu sampai dua bibit.

“Yang kami tanam tidak banyak, tetapi mudah-mudahan bisa membantu,” tutur Duta Wisata Sragen 2015 itu.

Dalam menjalankan aksinya, Luluk menyiapkan semua peralatannya sendiri, salah satunya tiner. Dia didukung banyak relawan. Walau demikian, ada juga prasangka miring tentangnya.

“Tidak semuanya mendukung. Ada saja yang malah menghina, bahkan ada yang protes tulisannya dihapus,” kata Luluk.

Luluk menceritakan pengalamannya ketika menghapus tulisan yang ada di salah satu sisi di Gunung Lawu. Ketika dirinya telah selesai membersihkan beberapa titik bersama rekan-rekannya, Luluk turun kembali. Namun, betapa kagetnya Lulu, ketika ia kembali, ada seseorang yang sedang mencorat-coret di tempat yang sama.

 

INSTAGRAM/LULU_KARTIKA Lulu Kartikawati saat beraksi membersihkan vandalisme di gunung.

“Lucunya, dia bilang begini, ‘Lah Mbak, kok dihapus sih tulisan ini tadi?'” kata Luluk sambil tertawa.

Dirinya juga sering kali mendapat kritik dari banyak orang. Ada yang merasa bahwa kegiatan Luluk sangatlah tidak menghasilkan keuntungan. Tidak ada profit yang didapatkan. Namun, hal ini tidak mematahkan semangatnya.

“Pokoknya saya tujuannya baik, tidak peduli keuntungan. Saya cuma berharap banyak pihak yang mau mendukung kegiatan saya,” tutur Luluk.

Luluk berharap, ke depannya, para pendaki lebih menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah, tidak mencorat-coret, dan tidak menempelkan stiker di sembarang tempat. Luluk juga berharap, semangat dirinya “menular” ke orang atau komunitas lain.

“Bertanggungjawablah dengan sampah Anda, sekecil apa pun. Bungkus permen sekalipun,” begitu pesan Luluk.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/03/210300727/coretan.di.gunung.terus.muncul.luluk.tidak.menyerah

Leave a Reply