Generasi Milenial, Pasar Potensial Industri Pariwisata

SINGAPURA, KOMPAS.com – Generasi milenial mengubah industri pariwisata. Milenial sendiri merupakan potensi pasar yang besar, termasuk untuk industri pariwisata. Menurut data dari Accenture, milenial merepresentasikan 45 persen dari populasi di Asia Pasifik.

“Sementara itu, 60 persen populasi milenial secara global di tahun 2020 akan berada di Asia. Jadi milenial sangat signifikan untuk industri. Milenial memiliki daya beli yang besar, dengan prediksi mereka akan mengeluarkan 6 triliun dollar AS di tahun 2020 untuk barang dan jasa,” ungkap Senior Managing Director Global Lead Consumer Industries Accenture Consulting, Teo Correia, di Singapura, saat ditemui pada acara Milenial 20/20 Summit Singapura, Rabu (7/9/2016).

Hal ini tentu menjadikan milenial sebagai potensi besar di berbagai industri, termasuk pariwisata. Hanya saja, Teo menuturkan bahwa salah satu karakteristik milenial adalah mereka bisa saja setia pada sebuah brand, namun dengan mudah beralih.

“Kalau ada alternatif lain yang lebih bisa memberikan keuntungan, mereka akan beralih,” katanya.

Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Teo menyarankan bahwa brand harus terus berinovasi terutama untuk penggunaan teknologi digital.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung berwisata di Hutan Pinus Mangunan, Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (12/8/2016).

Seperti diungkapkan Senior Managing Director Products, Digital Customer Lead, Accenture Consulting, Simon Eaves, milenial menginginkan sebuah kemudahan dan juga pengguna teknologi digital.

“Mereka menginginkan kemudahan dengan teknologi digital dari ujung ke ujung. Ingin ada hubungan mulai dari baru keluar rumah, melakukan perjalanan, dan bahkan sampai ke rumah lagi. Jadi dari mulai proses check-in di bandara, lalu bisa ke mana saja, hotel, dan seterusnya,” kata Simon.

Oleh karena itu, lanjut Simon, brand industri pariwisata perlu memanfaatkan teknologi digital. Hal ini pun perlu diterapkan mulai dari kapal pesiar, hotel, bahkan tempat wisata.

“Misalnya sederhana saja, gelang masuk ke theme park, dari gelang itu semua sudah ada informasinya, rencana mau ke mana, ada pertunjukan apa. Dan semua harus terpersonalisasi, sesuai dengan perilaku dan kebutuhan customer tersebut,” kata Simon.

Simon menambahkan salah satu karakter milenial adalah ingin sesuatu yang unik dan terpersonalisasi sesuai karakter masing-masing.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi reruntuhan bangunan Gereja St Paul, Macau, Minggu (13/5/2012).

Sementara itu Managing Director Products Accenture Consulting, Yap Boom Lim mengatakan bahwa berdasarkan survei yang mereka lakukan, lebih dari 50 persen milenial menggunakan peralatan digital untuk berinteraksi dengan hotel.

“Mereka menggunakannya dari sejak perjalanan hingga seluruh perjalanan dan akhir perjalanan. Ini konsisten hasil surveinya, tidak pandang negara mana, hal ini terjadi di seluruh dunia,” kata Lim.

Hal ini menunjukkan milenial menggunakan teknologi digital untuk mengatur perjalanan mereka. Lim mengatakan karakter milenial senang melakukan segala sesuatunya sendiri, mengutamakan efesiensi dan kemudahan, serta kurang sabar.

Oleh karena itu, lanjut Lim, tak heran teknologi digital memegang peranan penting terhadap perilaku milenial.

Accenture sendiri mengembangkan sebuah platform digital yang jika digunakan sebuah industri pariwisata, entah itu hotel, kapal pesiar, bahkan bandara, diyakini dapat memenuhi kebutuhan dan sesuai karakter milenial.

Shutterstock Ilustrasi

Platform ini merancang kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi, mulai dari keluar rumah hingga balik lagi ke rumah.

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa mengetahui status pesawat terbang, proses check-in hotel, mengatur kamar hotel yang diinginkan, kunci kamar hotel menggunakan ponsel, hingga apa saja tempat wisata menarik di sekitar hotel. Semua hal bisa dilakukan dalam satu genggaman.

Accenture Consulting merupakan sebuah perusahaan multinasional konsultan manajemen, teknologi, dan alih daya global. Dalam acara Milenial 20/20 Summit pada 7-8 September 2016 dihadirkan 70 panel diskusi yang mempresentasikan teknologi digital dan tren milenial di industri consumer goods dan travel.

***

Ingin merasakan cantiknya alam dan budaya Yogyakarta? Ikuti kuis “Take Me Anywhere 2” yang diadakan KompasTravel bersama Oppo. Cukup klik link berikut untuk mengikuti kuis tersebut: Mau Liburan Gratis di Yogyakarta? Ikuti Kuis “Take Me Anywhere 2”

Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone Oppo F1s.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/14/110300127/generasi.milenial.pasar.potensial.industri.pariwisata

Leave a Reply