Gunung Buller Memang Surga Wisata, Tetapi Bukan Melulu Untuk Nikmati Salju

KOMPAS.com — Selama ini, Gunung Buller memang terkenal sebagai tempat bermain ski bagi warga Australia. Namun, nyatanya tidak hanya itu. Kawasan wisata ini juga menawarkan berbagai pengalaman menarik untuk pengunjungnya.

“Pada musim panas, kami memiliki beragam kegiatan, seperti mengendarai sepeda gunung, mendaki, jalan santai, piknik, dan trail running,” ucap Kate Monahan, Media, dan Marketing Officer Mount Buller dalam acara Tourism Australia dan Garuda Indonesia’s Media Trip di Melbourne, Australia, Rabu (21/9/2016).

Menurut Kate, puncak musim liburan terjadi selama Juli dan Agustus. Namun, wisatawan tetap dapat berkunjung sepanjang tahun, yang dimulai pada pertengahan Juni sampai akhir September.

Gunung tersebut juga cocok untuk dijadikan tempat menenangkan diri dari keramaian kota. Wisatawan bisa bermain seluncur tobogganing, bertualang di Gnome Rome, atau sekadar berkeliling pedesaan.

Dengan adanya beragam wahana liburan, pengunjung Gunung Buller disarankan untuk menginap. Ada puluhan penginapan komersial dengan tipe berbeda-beda.

Pengunjung pun tidak perlu takut tersesat atau kesulitan di gunung karena Mount Buller memiliki 5.000 hingga 10.000 pegawai yang siaga membantu. Ada 30 bus dan restoran untuk mendukung mobilitas dan kenyamanan wisatawan selama berada di kawasan wisata itu.

(Baca juga: Cukup Rp 7 Juta-an Pergi Pulang ke Australia Pakai Garuda)

Ekspansi besar

Wisatawan lokal masih “memegang piala” sebagai pengunjung terbanyak di Gunug Buller. Sementara itu, wisatawan asing kebanyakan datang dari Indonesia, China, Singapura, Malaysia, India, serta Timur Tengah.

“Jumlah wisatawan berbeda setiap musimnya. Total selama musim dingin tahun ini ada sekitar 300.000 pengunjung. Jumlah itu meningkat 15 persen dari tahun lalu,” ujar Kate.

Kate mengatakan, pihak pengelola telah menyiapkan strategi pengembangan 20 tahun ke depan untuk meningkatkan jumlah kedatangan turis, terutama pada musim panas. Rencana utamanya adalah menambah tempat parkir, restoran, dan berbagai akomodasi lainnya.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan berbagai acara, seperti mengendarai sepeda gunung dan lari. Festival makanan dan wine juga membantu menambah angka kedatangan turis,” ujar Kate.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/23/124400327/gunung.buller.memang.surga.wisata.tetapi.bukan.melulu.untuk.nikmati.salju

Leave a Reply