Ini Cara Menarik Wisatawan Sarawak Menyaksikan FWI Di Sambas

SARAWAK, KOMPAS.com – Upaya mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara Sarawak, Malaysia Timur dalam Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat terus dilakukan Kementerian Pariwisata. Festival tersebut akan diselenggarakan pada 17-18 September 2016.

Dalam rapat koordinasi antara Kemenpar dengan sejumlah elemen pemerintah terkait di Sarawak, Kamis (8/9/2016), salah satu topik pembahasan serius adalah bagaimana akses masyarakat perbatasan dari daerah Lundu dan Sematan yang bermukim di sekitar sempadan bisa datang dalam festival tersebut.

Akses tersebut dikemukakan oleh Distrik Officer (DO) Kepala Pejabat Daerah Lundu dan Sematan dalam pertemuan yang difasilitasi KJRI Kuching di Hotel Imperial. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kepolisian Sarawak, Imigrasi, Dinas Perhubungan (JPJ), Bea Cukai (Jabatan Kastam) dan Kepala Distrik setempat.

Masing-masing negara secara khusus memiliki peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur bagi pelintas batas. Namun, khusus penyelenggaraan, masyarakat Sarawak yang bermukim di wilayah sempadan akan diberi kemudahan.

Distrik Officer Pejabat Daerah Lundu Tuan Haji Hamsien bin Atar mengungkapkan bahwa tidak semua masyarakat yang tinggal di perbatasan memiliki paspor. Mereka biasanya memiliki semacam kartu Pas Lintas Batas (PLB) yang hanya berlaku di wilayah sempadan yang tertuang dalam kesepakatan Sosek Malindo.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Rapat koordinasi antara perwakilan Kementerian Pariwisata dengan sejumlah elemen pemerintah Sarawak yang difasilitasi KJRI Kuching di Hotel Imperial, Kuching, Sarawak, Malaysia, Jumat (8/9/2016).

Untuk menyiasati hal tersebut, pihak Imigresen Sarawak menyebutkan akan membuka konter khusus bagi masyarakat sempadan yang ingin datang menyaksikan festival tersebut. Warga sempadan nantinya akan diberi tanda khusus dan terdata, sehingga lebih mudah untuk dikontrol keberadaan mereka selama berada di wilayah perbatasan Indonesia.

Mereka juga tidak diperkenankan masuk lebih jauh ke wilayah Indonesia dari batas yang ditentukan oleh penyelenggara, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Meski demikian, kendaraan belum diperkenankan untuk melintas perbatasan.

Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di tempat yang disediakan panitia yang berada di jalur di antara pos border sepanjang sekitar 700 meter.

Pihak Kemenpar nantinya akan menyediakan angkutan berupa bus untuk memobilisasi pengunjung dari Pos Lintas Batas Negara Biawak-Aruk menuju lokasi festival.

Konsul Jenderal KJRI Kuching Jahar Gultom mengatakan, ikatan kekerabatan di antara masyarakat yang tinggal di wilayah sempadan diharapkan bisa meningkatkan hubungan antar negara saat ini sudah semakin terbuka. Batas-batas wilayah hanya sebagai memenuhi ketentuan administrasi keimigrasian.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Aksi panggung Selvi, artis Bintang Pantura Indosiar dalam Festival Wonderful Indonesia di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (28/8/2016).

“Namun demikian tidak menjadi penghalang untuk meningkatkan hubungan antar negara, apalagi Sarawak dan Kalimantan Barat hanya berbatasan darat dan hubungan sosial antar wilayah perbatasan Sarawak dengan di Kalbar banyak yang memiliki hubungan kekerabatan,” ujar Jahar.

FWI merupakan program Kemenpar dalam rangka meningkatkan aktivitas industri pariwisata Indonesia melalui konsep cross-border tourism untuk menggaet wisman asal Malaysia.

Beragam cara dan upaya dilakukan Kementerian Pariwisata guna memenuhi target kunjungan wisman sebanyak 12 juta kunjungan di tahun 2016. Salah satunya melalui perhelatan Festival Wonderful Indonesia (FWI). Dari 12 juta tersebut, sebanyak 2 juta di antaranya menjadi target kunjungan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/12/082719227/ini.cara.menarik.wisatawan.sarawak.menyaksikan.fwi.di.sambas

Leave a Reply