Inilah Kopi “Bulan Madu”, Kopi Khas Bondowoso

BONDOWOSO, KOMPAS.com – Anda penikmat kopi? Tidak ada salahnya, jika anda sedang berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, jangan lupa mencoba salah satu kopi khasnya, yakni kopi Arabica Java Ijen Raung “Bulan Madu”.

Kopi yang tumbuh di lereng kawasan Gunung Ijen dan Raung ini memiliki rasa cukup khas. Selain pahit, kopi ini juga memiliki rasa asam, dan manis seperti rasa cokelat.

“Rasanya nano-nano banget, sangat khas, ada kecut atau asem begitu, unik banget, tidak seperti kopi biasa,” ujar Halimah, salah satu warga, Sabtu (8/10/2016).

Selain memiliki rasa yang cukup khas, kopi ini juga tidak berbahaya di lambung, karena tanaman kopi ini tumbuh pada lahan di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

“Kopi ini diproses secara organik oleh petani dengan menggunakan pola tanam dan perawatan sesuai standar Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia,” ujar Muhlis Adi, pemilik UMKM Kilang Mulia.

Muhlis mengaku, sengaja memilih nama ‘Bulan Madu’, karena kopi Arabica Java Ijen Raung, memiliki khasiat untuk menambah stamina.

“Kopi ini memiliki khasiat untuk menambah stamina dan vitalitas, baik untuk pria maupun wanita. Makanya kita pilih nama ‘Bulan Madu’,” ungkapnya.

KOMPAS.COM/AHMAD WINARNO Muhlis Adi, pemilik UMKM Kilang Mulia di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang memproduksi Kopi Arabica Java Ijen Raung ‘Bulan Madu’.

Untuk urusan harganya, anda tidak perlu khawatir, karena masih sangat terjangkau. “Kami banderol, per bungkusnya hanya Rp 50 ribu dengan berat 200 gram,” kata Muhlis.

Setiap hari, Muhlis mengaku bisa menjual rata-rata 2 kilogram kopi Arabica Java Ijen Raung ‘Bulan Madu’.

“Peminatnya cukup banyak, terutama dari luar Kota Bondowoso. Kami juga pasarkan secara online,” kata Muhlis.

Ia berharap kepada pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan industri kecil kopi di Kabupaten Bondowoso.

“Pak Bupati sudah mendeklarasikan Bondowoso sebagai ‘Republik Kopi’. Untuk itu petani dan pelaku industri kecil seperti kami harus terus didampingi agar bisa lebih maksimal,” harap Muhlis.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/10/091200827/inilah.kopi.bulan.madu.kopi.khas.bondowoso

Leave a Reply