Jadi “Full Time Traveler” Enak? Tidak Juga…

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Petualang penuh waktu (full time traveler) seringkali membuat orang iri. Media sosialnya penuh dengan foto destinasi wisata yang jadi impian semua orang, pekerjaannya jalan-jalan, dan yang pasti jalan-jalannya disponsori oleh pihak lain alias gratis. Meski terlihat bahagia, tak selamanya menjadi full time traveler itu mudah. 

Seperti Ashari Yudha Pratama Putra (24), full time traveler yang dikenal dengan akun Instagram @catatanbackpaker. Yudha bersama rekannya saat ini memiliki hampir 74.000 follower. Angka fantastis tersebut tak lepas dari konsistensi Yudha untuk mengupdate media sosial dan menceritakan pengalaman serunya saat bertualang. 

“Awalnya saya super backpaker-an, sekarang ada sponsor. Saya punya cita-cita sebelum usia 25 tahun harus sudah ke 34 provinsi di Indonesia. Sekarang sudah tinggal satu provinsi lagi yang belum, Kalimantan Barat,” kata Yudha saat bertemu KompasTravel di Garuda Indonesia Travel Fair, Sabtu (8/10/2016). 

 

Opini Gagal Download Padahal Udah 99%! Aaaaa! #OpiniCatatanBackpacker #YudminCB. . “Yes, dikit lagi kelar, udah 99%!” . Tiba-tiba, HPku berdering. . “Tet-Tot!” . “Download Failed, Check Your Data Connection”. . “ARRRRRRRGHHHH!”. . Menunggu waktu mengunduh data adalah hal yang menyebalkan. Mengapa menyebalkan? Terkadang, disaat sudah mau finish, tiba-tiba sinyal mandeg dan download jadi gagal. Hal itu terjadi karena sinyal yang tak merata dimana-mana. Padahal, sebagai penggiat aktif di sosial media, sinyal selalu dibutuhkan dimana-mana karena pekerjaannya selalu terhubung dengan internet. Hal itu juga menjadi masalah bagi para traveller yang sering blusukan, ketika sinyal tetap dibutuhkan untuk berkerja ataupun sekedar buka sosmed. Nah, untungnya Simpati selalu dapat diandalkan selama saya traveling. Jangkauan sinyal 4Gnya terus diperluas hingga ke pelosok negeri. Selama saya di Kalimantan kemarin, hanya di ibu kota Kalimantan Utara saja yang belum 4G, sisanya di IbuKota Provinsi yang lain sudah masuk 4G semua. Apalagi dengan paket #Gigamax yang bikin kamu fleksibel dalam bersosmed dan streaming video, pasti bikin puas deh. Jadi, sebelum #GoDiscover keliling Indonesia, aktifin dulu paket #Gigamax nya sob! Penasaran tentang paket Gigamax? Bisa di cek di http://bit.ly/2b8kGAk Sebenernya ada beberapa hal yang bikin download lemot atau terhenti. Biasanya sih karena download yang macam-macam.. you know lah (interpretasi sendiri) ????????????????????. . Siapa yang sering gagal download abis itu ngulang lagi? Solusi dong siapa tau punya triknya…

A photo posted by Catatan Backpacker (Yud & Nov) (@catatanbackpacker) on Sep 20, 2016 at 4:40am PDT

Menurut Yudha saat mulai bekerja sama dengan pihak sponsor, tentu ada perubahan yang terjadi. “Merasa terbebani, kalau dulu mau jalan bebas, mau pulang kapan terserah. Sekarang setiap malam harus bikin laporan, bikin tulisan, dikejar deadline,” kata Yudha. 

Belum lagi pengalaman invoice atau pembayaran yang tak tepat waktu, menurut Yudha juga menjadi resiko yang sering dihadapi full time traveller seperti dirinya. 

Yudha saat ini bekerja sebagai full time traveler, menjadi brand ambassador untuk merek peralatan outdoor, dan aktif menjadi pembicara di acara travel. “Nanti saya ingin punya usaha travel sendiri, memanfaatkan pengalaman dan nulis buku juga,” kata Yudha. 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/12/150123927/jadi.full.time.traveler.enak.tidak.juga.

Leave a Reply