Jangan Lewatkan, Festival Perjodohan Tradisional Ala Wakatobi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara akan menggelar Festival Barata Kahedupa pada 17-24 September 2016. Festival ini menampilkan kesenian tradisional berupa tarian dan permainan rakyat, pameran kuliner, serta pameran produk lokal berupa tenun dan kerajinan.

Festival ini akan digelar di Pulau Kaledupa. Mengutip rilis dari Kaledupa Island Tourism Group yang diterima KompasTravel, Sabtu (20/8/2016), acara inti dari festival ini adalah Karia. Dalam bahasa lokal, Karia berarti “kemeriahan”.

Di Wakatobi, Karia digelar sekali dalam setahun. Acara ini diadakan untuk merayakan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan. Antara lain akikah untuk anak-anak, masa transisi dari remaja menjadi dewasa, hingga pernikahan.

Berbeda dengan sebelumnya, Karia pada festival ini akan menampilkan seluruh prosesi adat saat masa transisi dari remaja menuju dewasa secara lengkap. Karia akan diikuti oleh anak-anak, serta remaja putra dan putri yang belum menikah dari seluruh penjuru Pulau Kaledupa.

Saat mendaftar, peserta akan menyerahkan hasil bumi seperti jagung, umbi-umbian dan kelapa sesuai jumlah yang ditentukan oleh lembaga adat (Sara) setempat. Hasil bumi tersebut akan digunakan untuk penjamuan selama acara.

KALEDUPA ISLAND TOURISM GROUP Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara akan menggelar Festival Barata Kahedupa pada 17-24 September 2016.

Sebuah genderang yang ditempatkan di kediaman penyelenggara akan ditabuh setiap pagi dan sore sejak masa pembukaan hingga akhir Karia. Remaja putri peserta Karia akan menjalani sombo selama beberapa hari, yang merupakan proses pingitan saat masa peralihan usia remaja ke dewasa.

Selama sombo, mereka akan diberi berbagai petuah selain juga memelajari seluk beluk dunia wanita dan mendapat perawatan kecantikan khusus. Doa-doa dipanjatkan saat prosesi mandi sebelum dan sesudah sombo, agar diberikan kelancaran dan kebaikan di masa depan.

Puncak acara festival adalah prosesi henauka nu mo’ane yang akan digelar pada 17 September dan henauka nu wowine pada 18 September 2016. Saat henauka nu mo’ane, penyelenggara dan peserta putra akan diarak dari masjid menuju tempat karia. Sementara itu, henauka nu wowine adalah saat penyelenggara dan peserta putri ditandu dari rumah masing-masing menuju tempat karia dengan diiringi nyanyian dan tarian.

Saat puncak festival, peserta karia akan mengenakan baju tradisional yang megah dilengkapi pernak-pernik indah. Rambut remaja putri dihiasi mahkota keemasan dengan hiasan bunga. Pada momen ini, untuk pertama kalinya peserta putri menginjak tanah setelah masa sombo.

Prosesi adat lainnya yang tak kalah menarik adalah porimbi-rimbia. Ini adalah proses penjajakan sebelum perjodohan remaja putra dan putri. Orangtua remaja putra akan mengajukan lamaran kepada pihak remaja putri, diikuti dengan parade rumah-rumahan yang memuat makanan lokal, uang, dan hasil bumi. Porimbi-rimbia tidak bersifat mengikat, dapat berlanjut hingga dewasa maupun tidak. 

Karia akan ditutup oleh hebangka-bangka, yakni pelarungan makanan tradisional (harua) di atas kapal miniatur khas Wakatobi. Prosesi ini akan berlangsung pada 23-24 September 2016.

Festival Barata Kahedupa merupakan bagian dari rangkaian festival di Kabupaten Wakatobi. Selain itu ada pula festival tahunan Wakatobi WAVE (Wonderful Festival and Expo) yang diadakan tiap November di Pulau Wangi-wangi. (*)

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/21/150900627/Jangan.Lewatkan.Festival.Perjodohan.Tradisional.ala.Wakatobi

Leave a Reply