Jangan Salah, Pose “Reclining Buddha” Punya Tiga Arti

YANGON, KOMPAS.com – Dalam kepercayaan umat Buddha, ada puluhan gesture alias pose yang dimiliki Buddha. Mulai dari duduk, berdiri, dan pose tidur yang kerap disebut sebagai reclining Buddha.

Reclining disebut-sebut sebagai pose paling sakral dari Buddha. Namun saat melihatnya di kuil, banyak turis yang menyangka semua reclining Buddha adalah pose saat Buddha memasuki dunia nirwana.

“Padahal tidak cuma itu. Tergantung ke mana arah tidurnya,” tutur pemandu wisata di Yangon, Myanmar, Nang Hla May kepada KompasTravel.

KompasTravel pada Senin (26/9/2016) mengunjungi Chauk Htat Gyi, salah satu temple (kuil) yang memiliki patung reclining Buddha dalam ukuran raksasa.

Nang Hla May kemudian menjelaskan, ini adalah salah satu patung reclining Buddha terbesar di Asia Tenggara. “Panjangnya 66 meter. Terbesar kedua di Myanmar,” katanya.

Pose tidur alias reclining Buddha sering diidentikkan dengan pose sakral sebelum Buddha mencapai nirwana.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Reclining Buddha di Kuil Chauk Htat Gyi, Yangon, Myanmar.

Hal itu, menurut May, hanya berlaku jika patung tersebut memanjang ke arah utara. “Jika ke arah utara, berarti menuju nirwana. Jika ke arah selatan berarti sedang beristirahat. Jika ke arah timur, berarti sedang berbagi ilmu,” papar May.

Oleh karena itu di Myanmar, lanjut May, ada tradisi yang melarang umat Buddha tidur menghadap utara.

“Menghadap utara itu hanya untuk Buddha. Orang biasanya tidur ke arah timur atau selatan,” tambah May.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/27/150400927/jangan.salah.pose.reclining.buddha.punya.tiga.arti

Leave a Reply