Kampung Wisata Langenastran Dideklarasikan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Langenastran Yogyakarta sebagai Kampung Wisata Budaya dideklarasikan oleh sesepuh dan warga setempat. Kampung atau jalan Langenastran adalah jalan utama menuju Alun-alun Selatan, Yogyakarta yang merupakan pusat wisata kayuh (odong-odong) di Yogyakarta dan merupakan destinasi wisata.

Diharapkan deklarasi tersebut akan memiliki multiplier effect (multi efek) bagi seluruh kampung yang berada di dalam beteng Kraton Yogyakarta untuk memelihara warisan budaya para leluhur yang di kelak kemudian hari, kampung-kampung yang berada di wilayah dalam Kraton Yogyakarta akan menjadi destinasi utama wisata.

Dekalarasi  “Langenastran sebagai Kampung Wisata Budaya” Yogyakarta ini dilakukan sekaligus bersamaan dengan peresmian Media Corner (Omah Media), ‘Avocado’, Sabtu (3/9/2016) malam.

Menandai pernyataan para sesepuh dan warga “Langenastran sebagai Kampung Wisata Budaya” dilakukan pemotongan tumpeng oleh mantan Wakasad Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri dan diberikan kepada salah satu tamu undangan, Mega, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat.

Dalam pernyataannya sesepuh Kampung Langenastran, KRT Radiya Wisroyo Sumartoyo mengatakan bahwa, Langenastran adalah jalan dan sekaligus kampung yang strategis dalam membangun pariwisata dan budaya wilayah dalam beteng kraton Yogyakarta.

Hal itu bisa dilihat dari macetnya jalan saat menuju Alun-alun Selatan pada akhir pekan dan hari liburan. Alun-alun Selatan adalah lapangan besar di selatan Kraton Yogyakarta yang saat ini setiap hari digunakan untuk wisata odong-odong (wisata kayuh dalam bentuk mobil-mobilan).

“Langenastran seperti Malioboronya dalam kraton. Setiap wisatawan pasti akan melewati jalan ini jika menuju ke alun-alun selatan. Oleh karena itu, untuk membangkitkan kehidupan wisata budaya di wilayah Kraton, kami mengawalinya dengan mendeklarasikan jalan Langenastran sebagai Kampung Wisata Budaya,” ujar KRT Sumartoyo dalam siaran persnya kepada KompasTravel, Senin (5/9/2016).

Dari segi sejarah, menurut Sumartoyo, Langenastran dulunya merupakan wilayah strategis karena merupakan nama pasukan pengawal Sultan Hamengkubuwono II.

Di wilayah ini pula, pada tahun 1970-an terkenal dengan produksi batik, catering dan juga pusat tari ataupun tembang Macapatan (Lagu Macapat).

Untuk tari dan tembang Macapat terletak di nDalem Madukusuman. KRT Madukusumo merupakan salah satu seniman Kraton Yogyakarta, dan sekaligus pendiri sekolah dalang di Kraton Yogyakarta.

Di kampung ini juga terlahir seniman ketoprak Ki Bekel Tembong yang pada zamannya namanya juga sangat terkenal sebagai pelaku seni di Yogyakarta.
 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/06/120400527/Kampung.Wisata.Langenastran.Dideklarasikan

Leave a Reply