Kecintaan Fotografer Italia Terhadap Gang-gang Sempit Di Jakarta

KOMPAS.com — Jika kebanyakan fotografer jatuh cinta dengan moleknya lanskap Indonesia, lain halnya dengan Stefano Romano. Fotografer asli Italia itu mengatakan, gang-gang sempit di Jakarta adalah lokasi foto favoritnya.

“Pertama kali saya ke Indonesia, saya ke rumah istri saya (Bayu Bintara Fatmawati) di Pondok Pinang. Di belakang rumahnya, ada jalan kampung masuk ke gang-gang sempit. Oh, saya suka sekali ke sana. Itu adalah Indonesia sesungguhnya. Dari jendela rumah mereka kita bisa langsung melihat kehidupannya,” kata Stefano saat dijumpai KompasTravel di Pondok Indah Mall beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Stefano Romano, Orang Italia Hati Indonesia

Pria yang senang dipanggil “Akang” (sebutan kakak laki-laki dalam bahasa Sunda) itu lantas bercerita soal reaksi warga sekitar saat mendapatinya masuk gang-gang kecil. Semua orang berbicara, “Ada bule masuk kampung!”

Stefano yang tak paham arti kata “bule” bertanya kepada sang istri. Setelah mengetahui “bule” adalah panggilan untuk orang asing berkulit putih, lantas ia tak mau lagi dipanggil begitu.

“Sekarang kalau saya masuk ke sana, semua memanggil Stef atau Mas Stef. Mereka sudah seperti saudara sendiri,” kata Stefano.

Gang-gang sempit Jakarta inilah yang kemudian menjadi obyek fotografi Stef. Bekerja sama dengan penerbit Mizan, Stefano menerbitkan buku berjudul Kampungku Indonesia.

Buku tersebut dibagi menjadi empat sub-tema, yakni kehidupan anak-anak, umat Muslim, kasih sayang ibu dan anak, serta aktivitas di kampung.

KompasTravel membuka satu per satu lembaran dari buku yang sengaja dibawa oleh Stefano. Ada perasaan “hangat” yang tersirat dari foto-foto Stefano.

“Berjalan di gang-gang sempit di Indonesia seperti berjalan di pembuluh darah, di dalam tubuh Indonesia. Memang sempit, kadang ada selokan bau dan tikus-tikus, tetapi saya suka sekali. Semua orang tersenyum, mengizinkan saya masuk rumahnya. Malah ada yang bilang ‘Silakan masuk, maaf rumah saya jelek’. Seperti saudara saja,” kata pencinta musik dangdut ini.

Saking cintanya Stefano dengan gang-gang di Jakarta dan penghuninya, tak jarang ia sampai bermimpi ketika pulang ke Roma.

“Saya sampai mimpi memotret di gang, tetapi saat bangun, oh tidak saya di Roma,” kata Stef yang menyebut Indonesia adalah kampung halamannya. 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/06/192000727/kecintaan.fotografer.italia.terhadap.gang-gang.sempit.di.jakarta

Leave a Reply