Keringnya Air Terjun Pembawa Rezeki Di Lembah Harau

LIMA PULUH KOTA, KOMPAS.com – Siang itu di akhir pekan, Lembah Harau tampak sepi. Beberapa bus hanya tampak singgah sebentar. Mobil-mobil pun datang dan pergi.
 
Suasana itu jelas terlihat di salah satu titik yang biasa dikunjungi wisatawan. Air Terjun Akar Berayun namanya. Sudah hampir enam bulan lamanya keadaan ini terjadi.
 
“Kalau ramai, area parkir pasti penuh. Mau lewat saja susah. Ini air terjun kering sudah enam bulan,” kata penjual di sekitar Air Terjun Akar Berayun, Itin (41) saat ditemui KompasTravel di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (9/10/2016).
 
Air Terjun Akar Berayun seperti pembawa berkah bagi penjual di sekitarnya. Jika air mengalir, rezeki pun banyak masuk ke kantong penjual.
 
Itin mengatakan biasanya wisatawan datang dan singgah ketika mengunjungi Air Terjun Akar Berayun. Aktivitas yang dilakukan wisatawan adalah mandi di kolam pemandian air terjun.
 
Seketika badan terasa dingin, menurut Itin, wisatawan akan jajan di warung-warung sekitar air terjun. Biasanya wisatawan akan menyantap makanan seperti mi instan ataupun minuman hangat.
 
“Atau biasanya yang datang suka beli kerupuk untuk dibawa pulang. Tapi sekarang gak ada yang beli karena keringnya air terjun,” jelasnya.
 
Jika air terjun turun, warung-warung dekat kaki air terjun kerap tutup. Air mengalir menyeberangi jalan dan menyiprat ke dalam teras warung.
 
Biasanya, lanjut Itin, air terjun mengalir deras menjelang bulan September. Ia mengatakan paling lambat air terjun mengalir pada bulan Oktober.
 
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Suasana Air Terjun Akar Berayun tampak sepi pada hari Sabtu (8/10/2016) siang. Air Terjun Akar Berayun berlokasi di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Namun, pemandangan itu sekali lagi tak terlihat. Itu juga yang dirasakan oleh Aji (36) sebagai penjual di sekitar Air Terjun Akar Berayun.

 
Ia menyebutkan di wilayahnya memang hanya Air Terjun Akar Berayun yang menjadi daya tarik wisata. Wisatawan hanya datang untuk mandi dan berfoto dengan air terjun.
 
“Itu daya tarik yang paling utama. Biasanya kalau ada airnya, jalanan ramai sampai macet,” ungkapnya di kesempatan yang sama.
 
Aji juga mengelola lahan parkir kendaraan wisatawan. Penghasilannya mencapai Rp 200.000 per hari. Namun, saat ini penghasilannya tak seberapa bahkan terbilang kurang.
 
KompasTravel sempat memantau selama dua hari tepatnya pada Sabtu (8/10/2016) siang dan Minggu (9/10/2016) pagi. Menurut Itin, pagi dan siang hari pada akhir pekan biasanya Air Terjun Akar Berayun telah ramai dikunjungi.
 
Namun, KompasTravel tak melihat apa yang seperti dikatakan oleh Itin. Kemacetan tak ada dan hanya segelintir wisatawan. Lahan parkir pun tak diisi oleh kendaraan-kendaraan. Saat wisatawan datang, mereka tak lebih dari setengah jam berada di Air Terjun Akar Berayun.
 
Seperti itu yang terlihat di salah satu sudut Lembah Harau. Musim kemarau tampaknya masih akan dirasakan oleh para penjual di sekitar Air Terjun Akar Berayun.
 
Lembah Harau sendiri berada sekitar 125 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau. Lembah Harau, sebuah bentang alam yang diapit oleh tebing-tebing terjal yang menjulang hingga lebih kurang 400 meter.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/12/090300227/keringnya.air.terjun.pembawa.rezeki.di.lembah.harau

Leave a Reply