Kisah Koki Kaki Lima Dapat Penghargaan Michelin Star

JAKARTA, KOMPAS.com – Michelin Star adalah penghargaan bergengsi di dunia kuliner yang diberikan kepada restoran yang diakui kualitas makanannya sangat baik sehingga sangat layak untuk dikunjungi. Konon hanya ada satu dari 10.000 restoran yang berkesempatan untuk mendapatkan penghargaan ini. Rata-rata restoran adalah restoran kelas papan atas, alias rasa memang sebanding dengan harga.

Namun di Singapura, ada satu kios makanan yakni Hong Kong Soya Sauce Chicken Rice and Noodle yang untuk pertama kalinya mencatat sejarah untuk penghargaan Michelin. Kios atau akrab juga disebut ‘hawker’ di Singapura milik Chan Hon Meng ini menjadi kios pertama yang mendapat penghargaan Michelin Star!

“Aku sangat senang. Tak pernah menyangka makanan kaki lima dapat mendunia,” kata Chan Hon Meng, koki kelahiran Malaysia yang berusia 51 tahun.

Chan telah membuka kiosnya selama 35 tahun, ia pertama kali belajar membuat sajian nasi ayam dan mi ala saus Hongkong ini lewat koki asli Hongkong.

“Aku bilang aku tak pernah mendengar penghargaan Michelin Star sebelumnya. Memangnya makanan kaki lima bisa masuk nominasi?” kata Chan pada juri penilai saat berkunjung ke kiosnya.

“Dia bilang, ‘kami hanya menilai makanan, bukan tempatnya’,” sambung Chan.

Chan Hong Meng, koki kaki lima Singapura dapat penghargaan Michelin Star.

Sebagai informasi, kios Chan sebelum mendapat penghargaan Michelin Star sebenarnya telah ramai dikunjungi warga lokal Singapura. Antreannya sudah sangat panjang dan sekarang makin bertambah panjang setelah namanya harum, menyabet penghargaan bergengsi dunia ini.

“Mimpiku ada lebih banyak makanan dari Singapura dan pedagang kaki lima berbakat yang ditemukan. Bukan hanya untuk diriku tapi untuk semua orang. Aku bermimpi makanan kita dapat dinikmati di tingkat internasional,” kata Chan.

Jika ingin menjajal masakan Chan, Anda dapat berkunjung ke Chinatown Complex, yang beralamat di 335 Smith Street. Karena jumlah pengunjung yang melonjak tajam, Chan bekerja hampir 17 jam setiap hari, menjual 180 potong ayam dalam sehari. Biasanya pukul 16.00 atau 17.00 makanan di kios Chan sudah habis.

Kabar gembiranya, meski mendapat penghargaan Michelin Star, harga masakan Chan tetap sama, yakni 1,85 dollar AS atau setara dengan Rp 25.000, murah bukan? Menurut Chan, dirinya sebisa mungkin mempertahankan harga tersebut, meski harga bahan makanan mengalami fluktuasi.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/05/161400327/kisah.koki.kaki.lima.dapat.penghargaan.michelin.star

Leave a Reply