Kisah Mutiara Pandiangan, Penenun Ulos Untuk Jokowi…

TARUTUNG, KOMPAS.com – Belum lupa dalam ingatan saat Presiden Joko Widodo menghadiri Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang digelar di Soporung, Balige, Sumatera Utara, 21 Agustus 2016.

Saat itu, Jokowi menggunakan ulos Harungguan, sang raja ulos. Siapa sangka, ulos yang dipakai Jokowi kala itu dipesan langsung kepada penenun dari Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Penenun itu adalah Mutiara Pandiangan (72), seorang ibu yang sudah menenun selama puluhan tahun. Dia diminta oleh Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan untuk membuat ulos untuk Jokowi.

“Pak bupati yang suruh, datang ke rumah kita, mencari. Ada Harungguan yang sudah siap, mau bikin satu lagi buat Pak Jokowi,” ujar Mutiara kepada KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Mutiara diminta membuat ulos Harungguan sekitar awal Agustus 2016. Dia pun langsung mengerjakannya dan selesai menenun selama satu pekan. “Pertengahan Agustus sudah siap. Waktunya seminggu, hanya bertenun,” kata dia.

Mutiara mengaku sangat senang. Dia tak menyangka bisa membuatkan sebuah ulos yang dipesan khusus untuk Jokowi. “Anak-anak pun senang, mamaknya yang bikin buat Pak Jokowi,” ucap Mutiara.

Tak hanya menceritakan pengalamannya menenun ulos untuk Jokowi, Mutiara pun bercerita bahwa dia memiliki rekan dari Belanda dan orang itu membuat tulisan tentang dirinya berjudul “Mutiara-mutiara yang Bermuara di Muara”.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo berjalan memasuki titik awal Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk “Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba”. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).

“Tahun 2010 kami dicari, dipampang di Kedutaan Belanda besar kali. Waktu aku dibawa, dibikinin buku ‘Mutiara-mutiara yang Bermuara di Muara’. Aku bilang bahasa Indonesia ajalah (bukunya),” tuturnya.

Dia pun sangat bahagia dan tak menyangka bisa mengenal orang Belanda. Kebahagiaan itu terpancar dari raut wajah dan senyumnya saat dia bercerita.

“Enak lah, enggak sangka kita. Tamatan SMP bisa bergaul sama orang Belanda,” ungkap Mutiara.

Tak hanya itu, Mutiara juga pernah diajak ke Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Dia pun mengaku pernah berangkat ke Bali untuk menenun ulos pada 2011.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/12/140700827/kisah.mutiara.pandiangan.penenun.ulos.untuk.jokowi.

Leave a Reply