Klaten Mengoptimalkan Potensi Desa

UMBUL Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, awalnya lebih banyak dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian dan perikanan serta memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat. Kini, Umbul Ponggok menjadi obyek wisata air favorit di Klaten.

Setiap hari rata-rata sekitar 1.000 orang datang menikmati kejernihan dan kesegaran air di kaki Gunung Merapi tersebut. Mereka menyelam melihat polah tingkah ikan-ikan hias yang berenang ke sana ke mari ataupun berfoto-foto di dalam air. Umbul Ponggok dengan luas kolam sekitar 6.000 meter persegi dan kedalaman 1,5-2,6 meter ini bagian dasarnya dibiarkan alami berpasir dan berbatu.

Pengelola dengan kreatif menata sejumlah benda di dalam air untuk ajang foto-foto pengunjung, misalnya sepeda motor, becak, sepeda onthel, meja, dan kursi. Setiap periode tertentu, benda-benda tersebut selalu diganti agar pengunjung tidak bosan.

”Umbul Ponggok ini dulu disewakan Rp 5 juta per tahun saja tak ada yang berminat, sekarang pendapatannya per bulan Rp 600 juta,” ujar Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono di Ponggok beberapa waktu lalu.

Awalnya, pada 2008, Pemerintah Desa Ponggok mengadakan studi banding ke Bali untuk menimba ilmu tentang pengelolaan pariwisata. Terinspirasi wisata menyelam di Tanjung Benoa, pemerintah desa pun merancang Umbul Ponggok yang mengalirkan air bersih berkapasitas 800 liter per detik menjadi obyek wisata selam air tawar.

Secara bertahap, Umbul Ponggok dipercantik. Investasi pun dikucurkan oleh pihak pemerintah desa secara mandiri, termasuk juga dari warga yang turut berinvestasi. Dana digelontorkan untuk perbaikan infrastruktur dan membeli sejumlah peralatan selam.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Nelayan mencari ikan di waduk Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (18/8/2016) pagi.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/30/220700927/Klaten.Mengoptimalkan.Potensi.Desa

Leave a Reply