Lihatlah Turki Pasca Kudeta…

UNTUK sebuah kota yang belum lama ini diguncang upaya kudeta, Istanbul terlihat baik-baik saja. Tidak ada tentara atau polisi berjaga di sudut-sudut kota. Kamis (8/9/2016), Alun-alun Taksim (Taksim Square) ramai seperti biasanya.

Pedagang asongan, orang- orang yang mengejar trem, anak-anak muda berpakaian trendi, dan turis dari sejumlah negara hilir mudik di Alun-alun Taksim, area berukuran sekitar tiga kali lapangan sepak bola itu.

Padahal, saat sekelompok faksi militer Turki mencoba melancarkan kudeta, 15 Juli lalu, Taksim menjadi salah satu titik terpanas di Istanbul. Tentara pelaku kudeta masuk ke alun-alun ini dan menguasainya. Setelah itu, giliran ribuan warga Turki yang masuk dan berkumpul di Taksim untuk menggagalkan kudeta.

Sisa ketegangan pasca kudeta yang gagal itu kini nyaris tak bersisa di Alun-alun Taksim dan kawasan penting lain di Istanbul, seperti Sultanahmet, Golden Horn, Bebek, dan Nisantasi. Penanda bahwa telah terjadi ”peristiwa besar” hanya diwakili baliho raksasa yang bertuliskan slogan seperti ”Hakimiyet Militindir” (Kedaulatan Ada di Tangan Rakyat).

Di beberapa tempat ada spanduk-spanduk bertuliskan slogan ”Rakyat Turki Tak Bisa Dikalahkan oleh Teror” dan spanduk bergambar orang-orang yang menjadi ”martir” peristiwa kudeta lalu.

Yang mencolok mata adalah bendera Turki berwarna merah dengan gambar bulan sabit dan bintang dipasang di mana-mana, mulai dari pinggir jalan, apartemen, masjid, gereja, gedung perkantoran, hingga jembatan Selat Bosphorus.

Ada yang dikibarkan di tiang, diselempangkan di jendela, bahkan ada yang membungkus sebuah gedung dari atap hingga lantai terbawah. ”Rakyat Turki ingin merayakan kegagalan kudeta,” kata Umar, pemandu wisata.

Beberapa orang Turki yang ditanya soal kudeta itu umumnya memberikan jawaban nyaris seragam. Mereka bilang kudeta dilakukan orang-orang sakit yang mengganggu ketenangan Turki. Begitu dikorek lebih jauh, mereka memilih menghindar.

”Sudahlah. Semua sudah selesai. Kami tidak mau mengingat peristiwa buruk itu lagi,” ujar seorang penjaga toko di Jalan Istiqlal di ujung Alun-alun Taksim. Ia tidak mau disebutkan namanya dengan alasan keamanan.

Kudeta yang gagal itu menewaskan 265 warga dan melukai hampir 1.500 orang. Presiden Recep Tayyip Erdogan menangkap ribuan orang yang dituduh terkait kudeta, mulai dari perwira militer, pejabat pemerintah, guru, hingga dosen. Ia juga menetapkan status darurat yang berlaku tiga bulan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/26/223300027/lihatlah.turki.pasca.kudeta.

Leave a Reply