Memulihkan Pariwisata Thailand Pasca-serangan Bom

BANGKOK, KOMPAS.com — Serangkaian ledakan bom yang menyerang Thailand tak menyurutkan geliat pariwisatanya. Jumat (2/9/2016) malam, ratusan turis dari berbagai negara asyik berbelanja dan menikmati pesona Hua Hin.

Ledakan tiga pekan sebelumnya yang menewaskan empat orang seperti tak pernah terjadi. “Memang ada banyak turis yang bertanya-tanya, tetapi tidak sampai membatalkan perjalanan,” kata Kendo, pemandu rombongan Tourism Authority of Thailand (TAT), bersama delapan jurnalis dari Indonesia.

Kendo mengatakan, pemerintah cepat bertindak pasca-serangan bom tersebut, salah satunya dengan memperketat keamanan.

Sesampainya rombongan dari Indonesia di Bandara Suvarnabhumi pada Rabu (31/8/2016), kami sempat kebingungan mencari SIM card Thailand agar bisa segera tersambung dengan internet. “Di sini kalau daftar nomor HP baru harus pakai KTP dan identitas lengkap. Tidak bisa asal pakai,” kata Kendo.

Ia pun menggunakan identitasnya untuk mendaftarkan SIM card bagi kami. Kendo mengatakan, pemerintah mengambil tindakan tersebut karena adanya dugaan bom dirakit dengan menggunakan ponsel.

Memasuki kota Bangkok dengan delapan juta penduduk, keamanan bukan urusan main-main. Di setiap pusat perbelanjaan dan hotel yang kami masuki, petugas keamanan mengecek dan memindai isi tas.

Setelah dua hari mengunjungi pusat perbelanjaan di Bangkok, rombongan melanjutkan perjalanan ke provinsi Perchaburi dan Hua Hin di provinsi Prachuap Khiri.

Penjagaan keamanan di tempat ini tak seketat Bangkok, meski saat pertama menginjak Hotel Amari Hua Hin, tas diperiksa.

KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Patung lilin Presiden Soekarno di Madame Tussauds Bangkok, Thailand.

Public Relation TAT, Stephanie Valencia, mengatakan, meski pihaknya sempat menerima banyak kekhawatiran dari turis yang akan mengunjungi Thailand, pembatalan perjalanan tidak pernah dilakukan.

“Orang kan sudah pesan dan merencanakan jauh-jauh hari. Sempat ada yang nanya. Namun, serangan kemarin tidak terlalu berpengaruh terhadap pariwisata Thailand,” katanya kepada KompasTravel.

Perempuan yang akrab dipanggil Valen itu juga menuturkan, salah satu strategi untuk meredam kekhawatiran akan serangan bom adalah mengundang artis dan figur dari berbagai negara untuk berlibur di Thailand.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/05/063500227/memulihkan.pariwisata.thailand.pasca-serangan.bom

Leave a Reply