Menjajal Pariwisata Kawasan Danau Toba Di Tapanuli Utara

TARUTUNG, KOMPAS.com – Kunjungan ke Kawasan Danau Toba tidak akan lengkap rasanya jika tidak dibarengi dengan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sana. Sebab, setiap kabupaten di Kawasan Danau Toba memiliki keindahan alam tersendiri yang mesti dikunjungi wisatawan.

Pada Sabtu (10/9/2016), KompasTravel melakukan perjalanan ke beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, salah satu kabupaten di Kawasan Danau Toba. KompasTravel melakukan perjalanan dari Kecamatan Muara.

1. Sumber Air Panas Sipoholon

Destinasi wisata ini berada di Tarutung. Ada banyak pemandian air panas yang dibuka warga yang tinggal di sana. Air panas itu bersumber langsung dari bukit yang berada tepat di belakang permukiman warga setempat.

Warga yang membuka pemandian air panas tidak perlu repot-repot memasang pipa untuk mengalirkan air panas dari sumbernya. Mereka cukup membuat jalur air panas tersebut menuju kolam pemandian.

Wisatawan tak hanya dapat menikmati pemandian air panas, tetapi juga bisa langsung menapakkan kaki di bukit sumber air panas itu dengan melewati tempat pemandian. Saat berada di bukit sumber air panas, wisatawan dapat melihat langsung jalur yang dibuat warga untuk mengalirkan air panas tersebut.

Bau belerang yang tidak terlalu menyengat pun akan tercium. Kepulan asap dan gelembung air yang mendidih pun akan terlihat jelas. Di bukit sumber air panas Sipoholon, wisatawan dapat dengan puas mengabadikan pemandangan kawah yang dikelilingi pegunungan berwarna hijau itu.

Warga setempat, Leo, pelajar yang juga sering menemani wisatawan mendaki bukit sumber air panas, mengatakan banyak pasangan yang melakukan berfoto di sana. “Di atas banyak yang sering foto buat pre-wedding, kak,” kata Leo kepada KompasTravel.

Air panas Sipoholon ini disebut memiliki khasiat untuk memulihkan stamina, masuk angin, dan penyakit kulit. Bukit sumber air panas Sipoholon terletak sekitar 6 km dari Kota Tarutung.

KOMPAS.com/NURSITA SARI Pemandian air soda di Desa Parbubu, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

2. Pemandian Air Soda

Dari sumber air panas Sipoholon, KompasTravel melanjutkan perjalanan ke pemandian air soda di Desa Parbubu, Kecamatan Tarutung. Letaknya tidak jauh dari Kota Tarutung, bisa ditempuh hanya dengan waktu sekitar 15 menit.

Pemandian air soda ini tidak terlalu luas. Namun, lokasinya yang berada di sekitar persawahan akan membuat wisawatan betah berendam di sana. Terlebih, kolam pemandian itu tidak dibatasi pagar atau tembok tinggi yang menghalangi pemandangan sekitar.

Pemandian ini disebut air soda karena air kolam tersebut bergelembung. Gelembung air ini dihasilkan secara alami. Saat dilihat ke dalam kolam, memang ada banyak gelembung yang muncul dari bawah permukaan air.

Warna air tersebut tampak hijau seperti air danau. Minar Sihite (80), membuka pemandian ini sejak 1973. Dia menyebut air soda dapat menyembuhkan berbagai penyakit. “Kalau mandi saja buat obat sakit mata, gatal-gatal. Kalau diminum, bisa sembuhin reumatik dan asam urat,” ujar Minar.

Jika ingin meminum air soda, Minar menyarankan wisatawan untuk datang pagi-pagi. Sebab, belum banyak orang yang mandi pada pagi hari sehingga air soda belum terkontaminasi. “Kalau ada waktunya, ambil pagi. Kalau ada orang mandi, jauhi orang yang mandi, ambil dari mata airnya (yang bergelembung),” katanya.

Pemandian air soda ini dibuka setiap hari sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Jika hanya mandi, wisatawan biasanya akan diminta tarif Rp 5.000. Namun, jika menyewa pelampung atau membeli makanan, minuman, atau pakaian di sana, wisatawan tidak akan dimintai tarif masuk.

KOMPAS.com/NURSITA SARI Salib Kasih di puncak Bukit Siatas Barita, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

3. Salib Kasih

Usai mengunjungi pemandian air soda, sebaiknya wisatawan sekaligus mengunjungi destinasi wisata reliji Salib Kasih. Lokasi keduanya tidak jauh, hanya ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan. Monumen Salib Kasih berdiri tegak setinggi 31 meter di puncak Bukit Siatas Barita.

Tarif masuk ke lokasi Salib Kasih hanya Rp 4.000. Dari pintu masuk, wisatawan harus mendaki sekitar 600 meter untuk sampai di puncak bukit, tempat dibangunnya Salib Kasih. Area pendakian ditumbuhi pohon-pohon pinus yang membuat wisatawan tak akan kepanasan.

Di sepanjang jalur pendakian, ada banyak ayat-ayat alkitab dan kata-kata penghiburan yang akan membuat damai. Sampai di puncak bukit, wisatawan akan langsung merasakan udara yang sejuk dan angin yang cukup kencang. Banyak rombongan yang biasa melakukan retreat ataupun wisata religi di Salib Kasih.

Sebagai penanda telah berkunjung ke sana, mereka biasanya meninggalkan sebuah prasasti yang menandakan kunjungan. Sudah ada banyak prasasti yang ditinggalkan rombongan yang berkunjung dan beribadah ke sana dari seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya beribadah, wisatawan juga bisa berwisata dengan melihat pemandangan Tarutung dari puncak bukit. Dan tentu saja mengabadikan momen kunjungan dengan berfoto di sana.

KOMPAS.com/NURSITA SARI Sopo Partungkoan di pusat Kota Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

4. Sopo Partungkoan

Sebelum kembali ke Muara, KompasTravel terlebih dahulu singgah ke Sopo Partungkoan yang terletak di pusat Kota Tarutung.

Sopo Partungkoan merupakan rumah tradisional Batak yang berdiri dan berukuran paling besar bila dibandingkan dengan rumah-rumah tradisional Batak yang lainnya.

Sopo Partungkoan ini berbentuk rumah tingkat. Rumah ini memiliki atap yang berbentuk melengkung dan berbentuk seperti pelana kuda.

Sopo Partungkoan biasanya digunakan untuk mengadakan berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan, festival, dan lainnya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/13/150200527/menjajal.pariwisata.kawasan.danau.toba.di.tapanuli.utara

Leave a Reply