Menjelajahi Keindahan Teluk Mayalibit Di Raja Ampat

WAISAI, KOMPAS.com – Pesona Raja Ampat di Papua Barat tak habis untuk dieksplor. Ada banyak destinasi yang patut dikunjungi, kaya akan keindahan alam dan kearifan lokal.

Salah satu wilayah Raja Ampat, di Waigeo yang menarik untuk dikunjungi adalah Teluk Mayalibit. Di Teluk Mayalibit, ada beberapa titik destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan seperti berikut ini:

1. Kampung Lopintol

Kampung Lopintol terkenal akan kearifan lokal yakni penangkapan ikan lema dengan cara tradisional. Saat musim panen ikan, warga akan berkumpul membuat kurungan ikan dari batu dan di malam hari akan menangkap ikan dengan cara menyedoknya dengan berbagai alat.

Dalam semalam setengah ton ikan lema dapat dipanen warga. Tentunya sangat menarik melihat dan ikut serta saat penangkapan ikan lema di Kampung Lopintol.

Namun acara penangkapan ikan dimulai di malam hari, sehingga pilihannya wisawatan dapat bermalam di rumah penduduk atau berlayar di malam hari.

Kompas.com/Silvita Agmasari Tugu Kemaluan di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

2. Tugu Kemaluan

Namanya destinasi ini memang mengundang tanya. Ternyata saat sampai di lokasi, KompasTravel mendapati dua stalagtit dengan bentuk menyerupai alat kelamin pria. Penduduk sekitar percaya ketika menempatkan koin atau rokok di tugu kemaluan dan memohon dengan tulus, maka permohonan dapat terkabulkan.

Kompas.com/Silvita Agmasari Air Jatuh di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

3. Air Jatuh

Disebut ‘Air Jatuh’ karena bentuknya seperti air terjun, namun dengan ketinggian sekitar 50-100 sentimeter. Air Jatuh adalah air tawar dari gunung, yang kemudian jatuh di laut sehingga menjadikan wilayah ini berair payau dan bewarna hijau.

Ombak yang tenang dan air jatuh sangat cocok untuk berenang sembari meregangkan otot dengan pijatan alami Air Jatuh.

Kompas.com/Silvita Agmasari Kali Biru di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

4. Kali Biru

Jangan lewatkan berkunjung ke Kali Biru jika Anda menyambangi Teluk Mayalibit. Air biru bening dengan suhu dingin dijamin membuat sensasi berenang yang berbeda. Untuk mencapai Kali Biru diperlukan trekking sekitar 15 menit, sembari melewati anak sungai, hingga menemukan kolam alami di tengah hutan.

Menuju Teluk Mayalibit

Dari Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, wisatawan perlu menyewa perahu untuk menelusuri Teluk Mayalibit. Harga sewa perahu bermuatan 10-12 orang sebesar Rp 6 juta, bisa kurang dengan negosiasi.

Perjalanan akan dimulai dari Pelabuhan Waisai dan memakan jarak tempuh selama empat jam untuk pulang pergi. 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/18/102100827/menjelajahi.keindahan.teluk.mayalibit.di.raja.ampat

Leave a Reply