Mi Instan Klasik Ala Roti Bakar 88

TANGERANG, KOMPAS.com – Saat ini kafe dan tempat makan yang menjajakan mi instan yang dikemas dengan modern semakin menjamur.

Seperti Roti Bakar 88 yang sudah memiliki lebih dari 20 cabang ini juga memilih untuk membawa mi instan dalam suasana tempat makan yang lebih modern.

Apabila semua restoran berlomba-lomba mencari inovasi, hal ini tidak bagi Roti Bakar 88. Roti Bakar 88 memutuskan untuk menjaga kualitas rasa yang sama dengan rasa aslinya.

“Kan mi instan di Indonesia rasanya begitu dikenal. Orang sudah kenalnya, ya rasa mi instan Indonesia seperti itu. Sekarang juga sudah banyak food blogger yang bilang yang klasik itu lebih enak,” ujar Irwan, pemilik restoran Roti Bakar 88 saat ditemui KompasTravel belum lama ini.

Irwan memutuskan tetap menjaga menu yang telah dijualnya sejak 11 tahun lalu. Namun bukan berarti dirinya tidak ingin mengikuti tren. Salah satu usahanya, Nibbles yang saat ini dijadikan satu tempat dengan Roti Bakar 88 ini menjual beberapa mi instan kekinian.

Menu-menu mi instan kekinian yang dijual seperti mi instan carbonara, mi instan bolognaise, mi kuah susu dan beberapa lainnya. Selain mi instan, menu unggulan Roti Bakar 88 lainnya adalah roti panggang. Keunggulannya terletak pada roti yang diproduksinya sendiri.

“Awalnya memang roti kita beli. Tapi lama kelamaan harga naik tapi kualitas juga menurun. Jadi kami putuskan buat sendiri,” ujar Irwan.

ROTIBAKAR88.COM Roti bakar 88 tidak menggunakan teknik pembakaran untuk rotinya. Melainkan dipanggang diatas teflon.

Sama dengan mi instan, roti panggang yang banyak digemari adalah masih roti panggang klasik seperti roti panggang cokelat keju, roti panggang keju dan lainnya.

Walaupun memang tersedia roti panggang ovomaltine, nutella dan lainnya, roti panggang dengan topping yang klasik ternyata masih digemari orang.

“Kita rotinya dipanggang. Soalnya kan kalau dibakar pakai arang, itu bau arangnya nempel,” ujar bapak satu anak ini.

Irwan, yang telah menggeluti usahanya sejak muda ini mengakui bahwa pelanggannya adalah pelanggan yang setia.

“Saya lihat memang banyak ya restoran baru yang kayak begini. Tapi saya perhatikan, yang datang itu ya pelanggan yang setia. Karena dia dapat yang klasik dengan harga yang tidak mahal,” ujar Irwan.

YOSIAMARGARETTA/KOMPAS.COM Roti bakar 88 saat ini telah memiliki 23 cabang di tangerang dan jakarta

Salah satu kuncinya adalah mempertahankan kualitas. Sebelumnya, Roti Bakar 88 telah mem-franchise-kan usahanya ini. Namun, ketika dilihat perkembangannya, ternyata beda tangan yang mengelola akan membedakan mutu rasanya.

“Saya rasa kualitasnya jadi berkurang. Gak ada lah yang mengawasi, ada yang dikurang-kurangi, itu kan merusak kualitas. Akhirnya saya putuskan ya kelola sendiri aja,” tutur Irwan.

Untuk harga yang ditawarkan Roti Bakar 88 sangatlah terjangkau. Satu porsi mi instan dengan telur, keju dan kornet dibanderol dengan harga Rp 15.500. Sedangkan untuk roti panggang, dibanderol mulai harga Rp 10.500. Apabila Anda tertarik mencicipi mi kekiniannya, mi carbonara dan bolognaisenya dibanderol dengan harga Rp 13.500 per porsi.

Anda bisa datang ke beberapa outlet Roti Bakar 88 yang tersebar di Ruko Dalton 11, Gading Serpong, Tangerang. Tempat ini buka dari pukul 9 pagi hingga 12 malam.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/04/102200227/Mi.Instan.Klasik.ala.Roti.Bakar.88

Leave a Reply