Museum Tubuh, Sensasi Berjalan Dalam Organ Tubuh Manusia

MALANG, KOMPAS.com – Bagi Anda yang ingin mengetahui detil tentang organ tubuh, tidak ada salahnya jika mengunjungi Museum Tubuh yang ada di Kota Batu, Jawa Timur.

Di Museum yang letaknya satu komplek dengam lokasi wisata Jatim Park I itu, pengunjung bisa memahami fungsi organ tubuh, bahkan bentuknya.

Tidak hanya itu, selama berada di gedung dengan enam lantai itu, pengunjung akan merasakan sensasi berjalan di dalam organ tubuh manusia. Museum itu dibagi menjadi 16 zona.

KOMPAS.com/ANDI HARTIK Seorang petugas medis saat menjelaskan fungsi organ hati kepada sejumlah pengunjung di zona hati yang ada di Museum Tubuh, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (22/8/2016).

Zona pertama, pengunjung akan memasuki replika gigi. Di sana, pengunjung akan mengetahui secara detil bentuk dan fungsi gigi.

Setelah itu, pengunjung akan bergeser ke zona telinga. Di situ, pengunjung akan melihat replika telinga yang diperbesar 100 kali lipat.

Lalu ke zona hidung yang membuat pengunjung serasa berada di dalam hidung dan ke zona otak yang memperkenalkan fungsi otak kanan dan kiri. Kemudian pengunjung akan memasuki zona mata lalu masuk ke zona aktivitas satu.

ARSIP MUSEUM TUBUH Zona Otak di Museum Tubuh, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Di zona aktivitas satu, pengunjung bisa berfoto dengan gaya pakaian dokter dan pasien seperti yang telah disediakan.

“Ini untuk memperkenalkan dokter kepada anak-anak. Supaya kalau mereka bertemu dokter tidak takut. Pengunjung juga bisa ber-selfi di sini,” kata Humas Museum Tubuh, Tatar Sarwono kepada KompasTravel, Senin (22/8/2016).

Selanjutnya ada zona pembuluh darah. Di zona tersebut, pengunjung melintasi terowongan yang mirip seperti pembuluh darah. Ada pembuluh darah normal dan ada terowongan yang berbentuk pembuluh darah dengan banyak lemak.

ARSIP MUSEUM TUBUH Zona tulang sendi di Museum Tubuh, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Kemudian ke zona jantung. Di situ, terdapat replika jantung yang sudah diperbesar lengkap dengan detak jantungnya. Lalu ke zona paru-paru. Replika paru-paru yang ditampilkan berwarna merah dan hitam.

Untuk paru-paru berwarna merah melambangkan paru-paru yang bersih. Sementara paru-paru yang berwarna hitam melambangkan paru-paru milik pecandu rokok.

Kemudian memasuki ke zona hati, lalu ke lambung dan usus. Di zona tersebut tergambar bagaimana lambung mencerna makanan.

Kemudian ke zona pemeriksaan, lalu ke zona aktivitas reproduksi. Di zona aktivitas reproduksi, pengunjung akan melihat bagaimana orang mengandung. Mulai dari bentuk janin saat masih di dalam kandungan, hingga alat-alat untuk cek kehamilan.

KOMPAS.com/ANDI HARTIK Repelika organ tulang sendi yang ada di Museum Tubuh, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (22/8/2016).

Pengetahuan organ reproduksi dipertajam dengan adanya tayangan video tiga dimensi. Dalam tayangan tersebut, pengunjung seakan dibawa ke dalam organ reproduksi mengikuti sperma yang hendak menuju sel telur.

Terakhir ada zona tulang sendi. Di zona ini pengunjung melihat langsung bentuk tulang sendi milik manusia. Kemudian yang terkahir ada zona cadaver yang memperlihatkan mayat manusia yang diawetkan.

Di lokasi itu, pengunjung dilarang mengambil gambar. “Diawetkan dengan cara plastinasi. Ini kita impor dari Taiwan. Ada lima. Satu perempuan empat laki-laki. Untuk pembelajaran anatomi tubuh,” jelas Tatar.

Tidak hanya melihat, pengunjung juga bisa mendengarkan penjelasan tentang fungsi organ tubuh. Sebab di setiap zona, ada tenaga medis yang selalu siap menjelaskan fungsi organ tubuh tersebut. “Setiap zona dijaga oleh tenaga medis seperti perawat dan bidan,” jelasnya.

KOMPAS.com/ANDI HARTIK Seorang petugas medis saat menjelaskan fungsi organ telinga kepada sejumlah pengunjung di zona telinga yang ada di Museum Tubuh, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (22/8/2016).

Namun jika pengunjung ingin mengetahui fungsi organ tubuh tanpa penjelasan dari tenaga medis yang bertugas, pengunjung bisa mengetahui dengan tayangan multimedia yang telah disediakan di setiap zona.

“Semua zona dilengkapi multimedia untuk mendukung penjelasan zona,” tambah Tatar.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/23/150700627/Museum.Tubuh.Sensasi.Berjalan.Dalam.Organ.Tubuh.Manusia

Leave a Reply