Nikmatnya “Ngopi” Di Tepi Danau Toba

SIMALUNGUN, KOMPAS.com – Parapat merupakan sebuah kelurahan di sisi timur Danau Toba. Kelurahan ini masuk dalam Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Di Parapat, wisatawan bisa menikmati udara sejuk. Kamis (8/9/2016) sore, saya mencoba menikmati kopi dan singkong goreng di sebuah restoran di tepi Danau Toba. Angin sepoi-sepoi menyapu wajah saya dan rombongan yang tengah asyik ngopi, menambah keseruan percakapan kami.

Saat kami tiba di sana, keadaan danau sangat tenang. Namun, tak lama, debur ombak Danau Toba menyapa kami. Burung merpati berterbangan di atas danau. Tak hanya itu, ada pula burung gereja yang “bermain” di sekitar pasir putih.

Ngopi di tepi Danau Toba semakin nikmat ditemani pemandangan Pulau Samosir yang terbentuk akibat letusan Gunung Api Toba ratusan ribu tahun lalu. Tak hanya bersantai di tepi danau, wisatawan juga dapat bermain air.

Pantauan KompasTravel, sore itu ada empat anak laki-laki yang berenang sambil bermain bola. Dari Parapat, wisatawan juga dapat berkeliling menggunakan kapal kayu atau speedboat. Tarif sewa kapal atau speedboat itu berbeda, tergantung ukuran kapal dan tujuan.

Salah satu penyedia jasa speedboat, Hari Hutabarat (39), menjelaskan tarif untuk setiap perjalanan. Untuk berkeliling melewati rumah pengasingan Ir Soekarno dan Batu Gantung, tarif speedboat besar Rp 400.000 dan tarif speedboat kecil Rp 300.000.

Speedboat besar bisa untuk 12 orang, sementara speedboat kecil bisa untuk 6 orang.

Tak hanya berkeliling, wisatawan juga bisa menggunakan speedboat untuk menyeberang ke Tomok. Tarifnya, Rp 800.000 untuk speedboat besar, dan Rp 600.000 untuk speedboat kecil.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/09/171200727/nikmatnya.ngopi.di.tepi.danau.toba

Leave a Reply