Perlu Kesabaran Untuk Lihat Lumba-lumba Di Lovina

JARUM jam menunjukkan pukul 05.00 Wita dan pagi masih gelap di Pantai Sentral Lovina, Singaraja, Bali, Minggu (31/7/2016) Namun belasan kapten jukung telah mempersiapkan perahunya untuk mengantar puluhan wisatawan, yang berkumpul di Patung Dolphin.

Mereka ingin menyaksikan lumba-lumba atraksi di laut lepas. Satu perahu jukung dapat menampung dua sampai enam wisatawan.

Pagi itu sebagian besar wisatawan berasal dari dari berbagai negara di Benua Eropa. Satu orang wisatawan dapat membayar Rp 100.000 untuk jasa antar menggunakan jukung.

Jika ingin lebih privat, dapat pula menyewa satu jukung senilai Rp 500.000. Dari atas jukung itu, wisatawan sudah dapat menikmati atraksi lumba-lumba dua sampai tiga jam di laut lepas.

Para wisatawan ini sengaja berangkat sejak pagi buta. Karena kawanan lumba-lumba biasa melintas di pantai itu saat pagi hari.

Tak hanya melihat lumba-lumba. Mereka dapat menikmati keindahan sunrise (matahari terbit) dari atas perairan sekaligus.

Petualangan untuk melihat kawanan lumba-lumba ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Perlu keberuntungan dan kesabaran untuk bertemu hewan mamalia ini.

Jika beruntung, kita dapat menjumpai kawanan mamalia itu  setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Kawanan lumba-lumba sesekali menampakkan diri dengan cara timbul tenggelam di laut lepas.

Kita juga bisa menjumpai mereka meloncat sembari menari dari dalam air, itupun jika beruntung. Momen langka itulah yang ditunggu-tunggu wisatawan.

Dari atas jukung, mereka dengan seksama memperhatikan dan berteriak kegirangan ketika menjumpai lumba-lumba. Tidak sedikit pula ada yang berusaha mengabadikannya menggunakan kamera.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/13/051100127/perlu.kesabaran.untuk.lihat.lumba-lumba.di.lovina

Leave a Reply