Pesisir Cirebon Miliki Potensi Sejarah Dan Budaya Lokal

CIREBON, KOMPAS – Wisata bahari di Kota Cirebon, Jawa Barat, dinilai belum dikembangkan oleh Pemerintah Kota Cirebon. Padahal, daerah pesisir utara Jabar ini memiliki potensi pantai, sejarah, dan budaya lokal yang dapat menggaet wisatawan Nusantara dan mancanegara.

Revitalisasi Pelabuhan Cirebon diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk turis.

Pemantauan Kompas, Sabtu (15/10/2016), kondisi pesisir pantai Kota Cirebon sepanjang 7 kilometer tercemar di sejumlah tempat.

Hal itu menjadi bukti belum dimanfaatkannya daerah tersebut sebagai potensi wisata bahari. Di daerah pesisir utara, Keluarahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, misalnya, air laut tercemar sampah, bahkan berwarna hitam.

Kondisi pesisir yang terletak tepat di samping Pelabuhan Cirebon, tempat bongkar muat batubara, itu telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Sampah juga menumpuk di pesisir pantai di Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan. Daerah pesisir tersebut hanya menjadi tempat parkir kapal di bawah 5 gros ton milik nelayan setempat.

”Wisata bahari memang belum tergarap. Padahal, kami siap mendukung wisata bahari di Cirebon asal kami dilibatkan,” ujar Ketua Himpunan Serikat Nelayan Indonesia Kota Cirebon Karsudin, Sabtu, di sela-sela nadran, upacara sedekah laut, di pesisir Panjunan.

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI ‘Nayaga’, pemain gamelan, memainkan gamelan pusaka di Keraton Kanoman, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/12/2015). Gamelan yang berumur lebih dari 500 tahun itu hanya dimainkan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Budaya nadran

Ratusan warga setempat memadati ritual pada Sabtu siang itu. Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pelabuhan Cirebon Rivolindo, General Manager PT Pelindo II Cabang Cirebon Solikhin, dan Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno turut hadir dalam hajatan tersebut. Namun, tidak satu pun wisatawan tampak di acara itu.

Padahal, selain garis pantai 7 kilometer, budaya nadran dapat pula menjadi agenda wisata bahari. Nadran adalah ritual tahunan yang digelar para nelayan di pesisir pantai utara Jawa, termasuk Cirebon, sejak abad ke-15 Masehi.

”Saya akan berkoordinasi dengan Wali Kota Cirebon untuk menaikkan bantuan kepada nelayan,” kata Edi. (IKI)

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/16/152400327/pesisir.cirebon.miliki.potensi.sejarah.dan.budaya.lokal

Leave a Reply