PT Pelni Tawarkan Perjalanan Wisata Ke Indonesia Timur

JAKARTA, KOMPAS.com – Gairah bisnis pariwisata bahari yang semakin meningkat ditangkap oleh PT Pelni (Persero) yang menawarkan mimpi indah untuk eksplorasi alam laut Indonesia Timur (Intim). Pelni akan meluncurkan paket Wisata Bahari 2016, yang bertema Ship Xperience: New Way to Explore Wonderful Indonesia.

Setidaknya ada lima destinasi unggulan yang ditawarkan PT Pelni yakni Labuan Bajo-Pulau Komodo, Derawan, Raja Ampat, Wakatobi, dan Banda Neira.

Kelima destinasi Wisata Bahari Pelni memiliki daya pikat yang luar biasa. Raja Ampat dengan kekayaan terumbu karangnya, dan juara dunia untuk snorkeling versi CNN International. Labuan Bajo dengan komodo-nya adalah runner up-nya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Karamba tancap untuk menghibur anak-anak suku Bajo di Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang lagi rewel. Saat anak-anak menangis, para orangtua mengajaknya ke karamba tancap dan menghiburnya dengan memberi makan ikan-ikan di karamba tersebut. Biasanya setelah melihat ikan-ikan berebut makanan, tangisan anak-anak langsung reda.

Wakatobi terkenal dengan 3.000 spesies ikan dan 600 jenis koral dunia. Banda Neira dengan pesona Gunung Api Laut dan Taman Wisata Bawah Lautnya.

Sementara Derawan dengan penyu raksasa dan ubur-uburnya yang sulit ditemukan padanannya di dunia.

“Konsep yang kami tawarkan mirip-mirip dengan live on board. Kapal Pelni punya fasilitas lengkap, jadi wisatawan tidak perlu khawatir. Kami menyediakan shower dengan air panas, makanan dengan menu bervariasi, dan tentunya sumber listrik atau colokan, agar urusan selfie-selfie tetap lancar,” kata Corporate Secretary PT Pelni, Didik Dwi Prasetio di Jakarta, Kamis (26/8/2016).

GEAFRY NECOLSEN Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Siaran pers Kemenpar kepada KompasTravel, Minggu (28/8/2016), menyebutkan wisatawan nantinya akan diajak berlayar ke masing-masing destinasi menggunakan kapal Pelni selama 4 hari 3 malam. Dan perjalanan wisatanya, dimulai dari titik pertemuan (meeting point) yang telah ditentukan.

Labuan Bajo misalnya. Di sini wisatawan terbang ke Labuan Bajo dulu untuk kemudian melakukan check-in di atas kapal Pelni yang menanti di Pelabuhan Labuan Bajo.

Di akhir perjalanan, peserta akan dibawa kembali ke pelabuhan awal. Ada yang menyebut program ini sebagai fly and cruise, terbang dulu ke Labuan Bajo, baru bergerak dari pulau ke pulau dengan kapal Pelni.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Aktivitas di Pelabuhan Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/8/2016). Keindahan panorama di Labuan Bajo dan sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik asing maupun lokal.

Setelah melakukan check-in, peserta akan mendapatkan fasilitas sesuai paket yang mereka pilih. “Yang membedakan hanya fasilitas kamar tidur. Kalau paket kelas 1, kapasitas kamar untuk dua orang, kamar mandi dan jendela menghadap ke laut lepas,” kata Didik.

Paket yang dijual oleh Pelni sudah termasuk fasilitas di atas kapal, perlengkapan snorkeling dan perahu cepat. Fasilitas yang belum termasuk antara lain tiket pesawat menuju meeting point dan peralatan diving bagi mereka yang gemar menyelam.

Berbekal semua fasilitas tadi, Pelni memberikan tawaran paket yang tidak memberatkan. Mau yang murah? Pilihannya ada destinasi Labuan Bajo untuk kelas ekonomi. “Harganya Rp 3 juta,” kata Didik.

Yang mau sedikit eksklusif, wisatawan bisa memilih paket kelas 1 Raja Ampat. “Harganya Rp 9 juta. Untuk reservasi dan harga lengkap Wisata Bahari PT Pelni silahkan hubungi 162 atau (021) 162. Bisa juga dipantau www.pelni.co.id,” tambah Didik.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Peserta media famtrip dari Perancis yang diundang Kementerian Pariwisata di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

PT Pelni memiliki bisnis utama di sektor transportasi laut dan melintasi lebih dari 90 pelabuhan di Indonesia. Sejak 2014, perusahaan ini merambah bisnis pariwisata. Pelan-pelan Pelni mulai memanfaatkan kapal reguler yang telah dilengkapi dengan fasilitas tambahan selain kamar penumpang, restoran dan kafetaria.

Tahun 2016 PT Pelni kian gencar bidik wisata bahari. Dengan dukungan Kementerian Pariwisata yang telah diwujudkan dalam nota kesepahaman Juli 2015 lalu, wisata bahari Pelni diharapkan mampu memberikan sensasi berwisata yang unik dan berbeda dari yang sudah ada.

Menpar Arief Yahya menyebut industri pariwisata akan terus berkembang, makin pesat dan paling sustainable. (*)
Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/28/170400327/PT.Pelni.Tawarkan.Perjalanan.Wisata.ke.Indonesia.Timur

Leave a Reply