Punya Anak Tak Jadi Penghalang Untuk Bertualang…

JAKARTA, KOMPAS.com – Adakah di antara Anda yang gemar bertualang sebelum menikah? Namun, tak jarang perempuan yang berhenti bertualang ketika sudah menikah dan memiliki buah hati.

Kasus tersebut banyak terjadi pada perempuan masa kini. Kesibukan menjadi seorang istri dan ibu menenggelamkan hobi bertualang. Jangan bersedih, sebenarnya ada cara agar tetap dapat bertualang tanpa perlu merasa bersalah meninggalkan anak dan suami.

“Saya juga pernah mengalami fase seperti itu. Tahun 1980-an sampai 1990-an saya dan teman-teman aktif, kemudian setelah punya anak saya berhenti (bertualang naik gunung dan rafting),” kata Amalia Yunita (40), CEO dari Arus Liar, wisata arung jeram di Sungai Citarik.

Yunita bukanlah perempuan pada umumnya. Di usia 49 tahun ia telah menjajal puncak tertinggi di Indonesia, Carstensz dan pegunungan tertinggi di dunia, Himalaya. Ia juga rutin mengarungi derasnya aliran sungai-sungai di dunia lewat olahraga rafting yang ia gemari. Sejak kuliah, Yunita aktif di kegiatan pecinta alam di kampusnya yakni Trisakti.

“Tahun 2006 saya kumpul lagi bersama teman-teman untuk menginspirasi perempuan Indonesia. Meski sudah punya anak kita tetap dapat bertualang lagi. Juga bukan hal yang aneh, akhirnya kita buat Female Trekkers,” kata Yunita saat ditemui di acara talkshow Kompas Travel Fair, Sabtu (3/9/2016).

Meski begitu, tujuannya bertualang kali ini berbeda saat di zaman kuliah dulu. Yunita bersama teman-teman memutuskan akan lebih bijak di usia yang matang dan memiliki keluarga untuk bertualang sembari membawa misi sosial. Yaitu, bertualang untuk membantu penggalangan dana bagi penderita penyakit Lupus di Indonesia.

“Waktu ke Himalaya hampir satu bulan merasa bersalah karena meninggalkan keluarga. Tetapi karena membawa misi sosial jadi seimbang,” kata Yunita.

Yunita menyarankan bagi siapa pun yang ingin bertualang setelah cukup lama vakum, untuk cermat dalam memilih destinasi dan aktivitas, mencari informasi sebanyak-banyaknya, dan menggunakan jasa operator wisata jika memang dibutuhkan.

Latihan fisik rutin, menurut Yunita, juga diperlukan sebelum mulai kembali bertualang. Tentunya yang tak kalah penting adalah meminta izin pada keluarga. Seperti Yunita yang mendapat izin dari suami dan tiga orang anaknya. 

*******

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam.

Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Cara Mudah Dapatkan Liburan Gratis di Yogyakarta Bareng “Take Me Anywhere 2”

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/21/102000127/punya.anak.tak.jadi.penghalang.untuk.bertualang.

Leave a Reply