Raja Ampat Dan 4 Ikon Wisata Indonesia Di New York, Upaya Menarik Turis Amerika Serikat

JAKARTA, KOMPAS.com – Birunya laut Raja Ampat muncul di Times Square, Manhattan, New York Amerika Serikat. Sebuah promosi media luar ruang berupa billboard bergambarkan laut serta pulau-pulau di Raja Ampat terpasang sejak Senin (3/10/2016) menyusul empat billboard ikon pariwisata Indonesia lainnya yang terlebih dulu telah hadir.

“Raja Ampat merupakan destinasi yang eksotik dan tempat diving yang terindah di dunia dan juga merupakan biota bawah laut terkaya di dunia,” kata Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Elizabet Hutagaol saat KompasTravel konfirmasi tentang alasan memilih Raja Ampat untuk promosi billboard tersebut, Rabu (5/10/2016) sore.

Ia menyebutkan Raja Ampat memiliki 540 spesies terumbu karang dan 75 persen terumbu karang di dunia ada di Raja Ampat. Hal itu diperjelas dengan slogan yang dituliskan Kementerian Pariwisata yakni “Escape to a Magic Place”.

“Visa Free,” seperti terlihat tulisan berwarna merah berbentuk cap di billboard Raja Ampat di Times Square. Elizabet mengatakan billboard Raja Ampat akan dipasang di  5 Times Square & 42nd (Panel 5) F/N. Sementara untuk ukuran billboard yaitu 36 x 85 kaki.

“Untuk Raja Ampat akan mulai hari ini 3 Oktober hingga 30 Oktober,” tambahnya.

(Baca: Giliran Raja Ampat Tampil di Times Square New York)

Pemilihan Times Square juga dipertimbangkan oleh Kementerian Pariwisata. Hadirnya billboard Wonderful Indonesia di Times Square juga menjadi sejarah tersendiri bagi dunia pariwisata Indonesia di Amerika Serikat.

“Time Square adalah titik point wisatawan di dunia yang berkunjung ke New York. Juga tempat hilir mudik masyarakat New York dan di sana juga tempat produk-produk di dunia memasang iklan. Ini yang pertama kali beriklan berbentuk media luar ruang di Amerika Serikat,” kata Elizabeth.

(Baca: Wonderful Indonesia “Mejeng” di Times Square New York)

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Turis asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.

Pentingnya menarik wisatawan Amerika Serikat

Meski kunjungan wisatawan Amerika Serikat ke Indonesia terbilang sedikit, Menteri Pariwisata Arief Yahya menganggap Amerika Serikat adalah pasar pariwisata yang penting untuk digarap. Menurut Arief, pengeluaran wisatawan Amerika Serikat berada di atas rata-rata wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia yaitu 1.617 dollar AS dengan rata-rata tinggal selama 10 hari.

Hal itu dikuatkan dengan data dari Badan Pusat Statistik dan otoritas pariwisata Amerika Serikat. Pada tahun 2015 tercatat jumlah wisatawan Amerika Serikat yang pergi berwisata ke luar negeri sebanyak 32,8 juta orang. Sementara itu wisatawan Amerika Serikat yang yang berkunjung ke Asia sejumlah 4.85 juta orang atau 14.8 persen dan yang berkunjung ke Indonesia 263.429 orang atau setara dengan 0.8 persen .

Namun, destinasi pilihan wisatawan Amerika Serikat yang berkunjung ke Indonesia sendiri masih seputar Pulau Bali. Dalam tulisannya untuk The Jakarta Post, profesor di bidang humaniora asal Universitas Maryland Barbara Russell menyebutkan bahwa wisatawan Amerika Serikat tak berminat berwisata ke Indonesia dan lebih mengenal Bali dibanding Indonesia itu sendiri.

(Baca: Kenapa Turis Amerika Serikat Tidak Berkunjung ke Indonesia?)

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengamini pernyataan Barbara. “Indonesia kurang dikenal selain Bali. Setuju, walaupun tidak seekstrim itu. Menyadari hal inilah maka kita melakukan kampanye branding di Amerika Serikat, termasuk yang saat ini empat baliho besar yang sedang terpampang besar di New York,” ujar Arief saat dikonfirmasi KompasTravel, Selasa (4/10/2016).

(Baca: Turis Amerika Serikat Lebih Kenal Bali Dibanding Indonesia, Benarkah?)

Sementara pada tahun ini hingga bulan Agustus, Kementerian Pariwisata mencatat angka kenaikan kunjungan wisatawan Amerika Serikat sebanyak 10,8 persen. Pada bulan Agustus 2015 sebanyak tercatat 22.092 kunjungan sedangkan bulan Agustus 2016 sebanyak 24.497 kunjungan.
 
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Sebuah billboard dengan gambar laut Raja Ampat muncul di pusat keramaian Times Square, New York, Senin (3/10/2016). Materi promosi pariwisata Indonesia Raja Ampat akan terpampang mulai tanggal 3 Oktober hingga 30 Oktober 2016.

Tugas negara

 
Pengamat Pariwisata Ida Bagus Surakusuma mengatakan, wisatawan Amerika Serikat masih meragukan kenyamanan dan keamanan di negara-negara Asia. Laki-laki yang akrab disapa Gus Lolec ini menyebutkan wisatawan Amerika Serikat lebih cenderung pergi ke Jepang, Australia, dan Eropa.
 
“Kita seharusnya memberikan pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang aman. Secara kita prosedurnya bagus untuk penanganan keamanan,” ujar Gus Lolec saat dihubungi KompasTravel, Selasa (4/10/2016).
 
Pentingnya pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai perlu disebarluaskan ke negeri adidaya tersebut. Gus Lolec juga menekankan pemahaman itu juga mesti dibarengi promosi-promosi destinasi wisata yang dimiliki oleh Indonesia.
 
“Karena mereka ingin bawa pulang kenangan dari Indonesia. Segala kemungkinan atraksi ada semua di Indonesia. Seperti melihat macan, badak, orang utan. Itu semua anugerah kita sebagai destinasi wisata,” sebutnya.
 
Gus Lolec menyebutkan wisatawan Amerika Serikat adalah wisatawan yang sangat menerapkan disiplin dalam segala hal. Ia menyebutkan mereka tak suka dengan sampah, segala ketidakteraturan di destinasi wisata, dan sangat kritis dalam bertanya.

Sementara, tentang isu keamanan Arief mengakui bahwa hal itu telah menjadi isu global. Menurutnya, ancaman-ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan seperti adanya bom di Perancis, Inggris, bahkan juga di Amerika sendiri.

“Keamanan Indonesia sudah sangat membaik, bahkan penanganan terorisme ketika terjadi di Jalan Thamrin Jakarta, mendapatkan pujian internasional,” ujar Arief.

Dok. Kemenpar Branding Wonderful Indonesia berbentuk billboard dengan gambar Komodo di Pulau Komodo dan perempuan membawa gebogan di Bali, terpampang untuk kali pertamanya di pusat keramaian Time Square, Manhattan, New York, Amerika Serikat. Lima ikon wisata Indonesia ditampilkan sebagai promosi pariwisata Indonesia.

Sebagai langkah untuk memperkenalkan Indonesia di Amerika Serikat, baru-baru ini lima ikon pariwisata Indonesia tampil di Times Square. Adapun simbol-simbol Wonderful Indonesia yang “mejeng” di salah satu pusat kota tersibuk di dunia itu adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah, Pantai G-Land di Banyuwangi, Gebogan di Bali, dan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo.

Tak tanggung-tanggung Kementerian Pariwisata menggelontorkan anggaran hingga Rp 8 milyar untuk pemasangan lima billboard tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Elizabet saat KompasTravel bertanya tentang anggaran promosi materi Wonderful Indonesia di New York.

“Biaya pemasangan itu tergantung di mana diletakkannya. Misalnya di Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia pasti mahal. Sesuai dengan titik-titik di Times Square, saya kira hampir Rp 8 miliar, kami (Kementerian Pariwisata) keluarkan,” ujarnya.

(Baca: Kemenpar Siapkan Rp 8 Miliar untuk Promosi di Times Square New York)

Kementerian Pariwisata sendiri, seperti diungkapkan Arief, memasang target sebanyak 300.000 wisatawan Amerika Serikat hadir ke Indonesia pada tahun 2016 dengan pengeluaran sekali berkunjung 1617 dollar AS per wisatawan. Dengan target tersebut, Indonesia bisa mendapatkan pemasukan yang berasal dari wisatawan Amerika Serikat sebesar 485,1 juta dollar AS atau setara dengan Rp 6,4 triliun dengan asumsi kurs Rp. 13.200 per dollar AS.

Sementara itu, menurut Gus Lolec, pemerintah harus terus melakukan promosi pariwisata secara terus menerus. Ia juga mengingatkan agen-agen perjalanan wisata saat berpromosi di Amerika Serikat juga harus dipertimbangkan dalam segi kemampuan bahasa, penguasaan produk pariwisata, dan mampu menyakinkan wisatawan Amerika Serikat supaya mau membeli paket-paket wisata.

(Baca: Walau Sedikit, Ini Pentingnya Menggarap Wisatawan Amerika Serikat)

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/08/163100927/raja.ampat.dan.4.ikon.wisata.indonesia.di.new.york.upaya.menarik.turis.amerika.serikat

Leave a Reply