Seakan Dunia Berhenti, Rahasia Toko Oen Bertahan 80 Tahun

JAKARTA, KOMPAS.com – Mempertahankan bisnis selama 80 tahun bukanlah hal mudah, apalagi bisnis kuliner yang tantangannya begitu banyak. Mulai dari regenerasi bisnis, mempertahankan resep, loyalitas konsumen, kualitas bahan, hingga harga yang kian meningkat.

Namun sulit bukan berarti tak bisa, contohnya Toko Oen, yang telah berdiri sejak tahun 1936 masih jaya hingga saat ini. 

“Tahun ini Toko Oen merayakan ulang tahun yang ke-80. Toko Oen berkonsep kuno, kini, nanti. Kita sekarang di kini bagaimana mengikat yang kuno untuk nanti,” kata Jenny, generasi ketiga penerus Toko Oen saat ditemui KompasTravel di acara Kampung Legenda, Ciputra Mall Jakarta, Kamis (11/8/2016) lalu. 

Toko Oen sendiri berlokasi di Jalan Pemuda 52, Semarang. Namun bebeberapa waktu yang lalu, mereka sempat hadir dalam festival kuliner di Ciputra Mall Jakarta. Menurut Jenny mempertahankan Toko Oen memang bukan hal yang mudah. Beragam tantangan ia hadapi. Seperti tantangan terbesar yakni di bahan masakan.

“Terus terang, kami konsepnya tak mau ada bahan pengawet dan bahan kimia, tapi tepung sekarang dan dulu jauh lebih bagus dulu. Telur dan butter juga lebih bagus dulu. Jadi kalau dibilang kita 100 persen sama seperti dulu, ya tidak. Karena bahan dahulu lebih bagus,” kata Jenny.

http://tokooen.com Chocolate Ice Cream

Sedangkan untuk memasukan bahan kimia ke kue atau roti, ia mengaku belum siap. “Lebih baik harganya mahal tapi apa adanya. Take it or leave it,” kata Jenny.

Satu hal yang dipegang teguh oleh Jenny adalah suasana Toko Oen. “Saya kira yang paling penting dari Toko Oen adalah suasananya. Dengar dari konsumen, di sini suasananya sama seperti tahun 1950-an. Ada yang bilang ‘Dulu saya duduk di sana waktu pacaran, sekarang sudah tua,’ Memang di dapur sudah modern, tapi lewat pintu ke depan seakan-akan dunia berhenti,” kata Jenny.

Usaha lain untuk membuat Toko Oen terus bertahan selain mempertahankan suasana, menurut Jenny adalah loyalitas pegawai. Di Toko Oen, rata-rata pegawai bekerja tiga generasi.

“Buat kita yang paling penting adalah kekeluargaan,” kata Jenny.

Jenny sekarang juga sedang mempersiapkan anaknya untuk meneruskan bisnis turun temurun ini. “Harus komitmen, harus punya passion, dan tak lepas dari konsep. Semoga anak saya bisa tahan, karena anak-anak muda zaman sekarang kan sudah canggih-canggih,” ungkap Jenny.    

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/22/070900627/Seakan.Dunia.Berhenti.Rahasia.Toko.Oen.Bertahan.80.Tahun.

Leave a Reply