Soto Ceker Pinggir Jalan Di Jakarta Ini Rekomendasi Pakar Kuliner Asal Australia

JAKARTA, KOMPAS.com – Selesai melakukan wawancara via panggilan video dengan Luke Nguyen, pakar kuliner Vietnam-Australia, Kompas Travel lantas bergegas menuju lokasi kuliner rekomendasinya. Luke beberapa waktu lalu memang berkunjung ke Jakarta untuk keperluan syuting tayangan Luke Nguyen’s Street Food Asia di saluran televisi TLC.

Lewat sesi wawancara yang dilakukan Senin pagi (15/8/2016) tersebut, Luke memberikan banyak rekomendasi kuliner di Jakarta. Namun sayang rata-rata tempat kuliner yang dijajal Luke buka pada sore sampai malam hari.

(Baca: Luke Nguyen Bertualang Kuliner di Jakarta, Makan Apa Saja? )

Jadilah kuliner rekomendasi Luke yang dicoba adalah tempat makan yang buka pagi hari. Tempat pertama, yakni ke daerah kawasan perkantoran Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tepatnya di sebelah Mal Citiwalk Sudirman.

Luke mengaku sempat mencoba makan soto ceker dan gado-gado di sana. Sesampai di lokasi, sungguh tak disangka ternyata Luke makan di warung kaki lima yang sangat sederhana.

Duduk di kursi plastik, meja kayu berbagi dengan orang lain, dekat dengan tempat sampah, dan tak sedikit lalat gemuk yang asyik berlalu lalang. Dari segi higienitas, Luke yang suka jajan makanan jalanan sepertinya sudah tak gentar.

Pertanyaanya dari mana gerangan si pakar kuliner, pemilik restoran, dan penulis empat buku masakan best seller, tahu lokasi kuliner ini di Jakarta?

“Saya sebelum syuting melalukan survei sendiri. Saat di Australia saya juga punya banyak teman. Jadi saya bertanya rekomendasi mereka,” kata Luke saat sesi wawancara.

Kompas.com/Silvita Agmasari Soto Ceker Madura di jalan Karet Pasar Baru, tepatnya di sebelah Mal Citiwalk, Sudirman, Jakarta.

Meski awalnya sedikit ragu, saya akhirnya memesan rekomendasi Luke yakni soto ceker madura dan gado-gado. Setelah disantap, siapa sangka rekomendasi Luke ini memang jempolan.

Soto ceker madura dengan gerobak cokelat tanpa nama di sebelah Mal Citiwalk ini begitu mantap. Kaldunya terasa gurih dan pekat, dengan suiran ayam, potongan telur, bihun, dan dua ceker ayam yang empuk. Ditambah perasan jeruk nipis, membuat soto ceker ini menjadi makanan yang segar disantap pada siang hari.

Samsul Muhari, pemilik Soto Ceker Madura yang disantap Luke ini mengatakan dalam satu hari ia dapat menghabiskan 2,5 kilogram ceker ayam. Selain soto ceker ayam, makanan rekomendasi lain di gerobaknya adalah gulai kambing.

“Saya buka dari jam setengah delapan pagi sampai jam enam magrib setiap hari, Minggu kadang buka kadang tutup,” kata Samsul.

Namun demikian, aturan dilarangnya berjualan kaki lima terkadang membuat Samsul dan kawan-kawannya yang berjualan di kawasan tersebut harus siaga. “Ya begitu, kejar-kejaran (dengan Satpol PP),” kata Samsul.

Kompas.com/Silvita Agmasari Gado-Gado di jalan Karet Pasar Baru, tepatnya di sebelah Mal Citiwalk, Sudirman, Jakarta.

Tepat di sebelah gerobak Samsul, terdapat gerobak yang menjual gado-gado yang dimakan Luke. Gado-gado ini juga tak memiliki nama. Rasa gado-gadonya sebenarnya mirip dengan gado-gado pada umumnya, bedanya ada irisan jagung di sajian gado-gado ini.

Total biaya yang dimakan Luke untuk kedua hidangan tersebut tak lebih dari Rp 30.000. Di kawasan kaki lima Mal Citiwalk ini terdapat banyak sekali penjual makanan, ada ayam penyet, mie ayam, nasi goreng, dan lain-lain.

Saat jam kantoran bisanya gerobak makanan ini dipenuhi pembeli, termasuk Luke yang waktu itu bergabung dengan keramaian pegawai kantoran Jakarta, mengisi perut di gerobak sederhana dengan rasa yang kaya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/08/21/130500427/Soto.Ceker.Pinggir.Jalan.di.Jakarta.Ini.Rekomendasi.Pakar.Kuliner.Asal.Australia

Leave a Reply