Wisata Halal Di Indonesia Sebatas “Branding”

MALANG, KOMPAS.com – Pengamat Pariwisata dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Ahmad Faidlal Rahman mengatakan, wisata halal yang ada di Indonesia masih sebatas branding. Sementara penerapannya masih belum mencerminkan wisata halal.

“Yang ada selama ini hanya branding. Sementara yang benar-benar wisata halal belum ada,” kata Ahmad Faidlal Rahman usai memperingati World Tourism Day di Alun-Alun Tugu Kota Malang, Selasa (27/9/2016).

Faidlal menjelaskan, wisata halal tidak hanya soal aman dan higienis. Melainkan juga harus menjamin lokasi-lokasi wisata yang halal menurut ajaran agama. Konsekuensinya, wisata halal harus bercermin pada wisata syariah, di mana seluruh lokasi yang disediakan harus sesuai dengan syariah Islam.

“Jadi lebih kepada proses dan fasilitasnya. Misalnya di Lombok (Nusa Tenggara Barat), di sana kan sudah terkenal dengan wisata halal, tapi kenyataannya, di hotel-hotel, kolam renangnya masih campur. Karyawannya juga tidak pakai kerudung,” jelasnya.

Kriteria wisata halal yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata juga dinilai masih ngambang.

Sementara itu, soal destinasi wisata halal, pemerintah, menurut Ahmad Faidlal Rahman, tidak bisa memaksakan. Sebab di lokasi wisata halal sekalipun, masih banyak destinasi yang tidak mencerminkan wisata halal.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Arsitektur Istano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013). Rumah tradisional bergaya khas Minangkabau ini digunakan sebagai tempat jamuan makan saat pelaksanaan Tour de Singkarak 2013.

“Pemerintah daerah atau siapa pun jangan mewajibkan hotel halal. Jadikan halal pariwisata sebagai pilihan alternatif untuk menampung segmen pasar tertentu. Sehingga wisatawan bisa memilih,” katanya.

Terkait dengan potensi kunjungan, Kepala Prodi Pariwisata dan Perhotelan pada Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya itu menyebut sangat potensial. Sebab targetnya jelas. Yaitu wisatawan Muslim.

“Menjanjikan. Karena itu prospeknya adalah wisatawan Muslim. Sekaligus wisatawan umum yang ingin mengunjungi destinasi wisatawan muslim,” ungkapnya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/29/073100727/wisata.halal.di.indonesia.sebatas.branding.

Leave a Reply