Wisata Yogyakarta Tak Sekadar Malioboro

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana Kota Yogyakarta yang kaya akan budaya dan sejarah bak magnet bagi wisatawan. Juga wisata belanja seperti di Malioboro yang siap melengkapi oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Seorang wisatawan asal Tangerang, Vilianty Rizki Utami mengaku lebih dari tiga kali mengunjugi Yogyakarta. Namun, ia sendiri baru berwisata di sekitar Jalan Malioboro yang ada di Kota Yogyakarta.

“Yogyakarta itu bisa menghadirkan refleksi sejarah, dibungkus budaya, dan wisata belanja. Kalau sekarang ke Yogyakarta, mau cari sisi lain dari Yogyakarta. Soalnya sejak nonton AADC 2 jadi pingin tahu lebih banyak tempat wisata lain di jogja selain Malioboro dan sekitarnya,” kata Vilianty yang berprofesi sebagai pustakawan kepada KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Vilianty adalah satu banyaknya wisatawan nusantara yang berwisata ke Yogyakarta. Jika sudah sering ke Yogyakarta, apa lagi yang kerap dicari wisatawan?

Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Udhi Sudiyanto mengatakan untuk wisatawan nusantara biasanya selalu mencari obyek-obyek wisata yang sudah dikenal luas seperti berbelanja Jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Pasar Beringharjo. Namun, menurutnya saat ini telah terjadi penyebaran wisatawan di seputar Kota Yogyakarta.

Sekarang sudah ada tren domestik suka ke ekowisata semenjak dua tiga tahun belakang. Penyebarannya di seputaran Jogja. Misalnya ke Kulon Progo dan Gunung Kidul,” jelas Sudiyanto saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Adapun wisata di Kulon Progo yang banyak dicari adalah di Kalibiru. Selain itu, lanjut Sudiyanto, di Gunung Kidul, wisatawan banyak yang melakukan wisata di Gunung Kidul.

“Dari Jakarta dan Surabaya, mereka banyak tahu dari media sosial. Misalnya cari kuliner Bakmi Mbah Mo, Bakmi, Kopi Klotok. Mereka sudah mulai menyebar. Dulu baru di Raminten. Penyebaran ini berkaitan di sosial media,” jelasn

Sementara, Pemilik Operator Wisata Jogja Geowisata, Widodo Nugroho mengatakan, wisatawan memang banyak yang mencari obyek-obyek wisata yang telah populer. Namun, pengaruh media sosial seperti Instagram juga turut mempengaruhi pergerakan wisatawan nusantara di Yogyakarta.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan memasuki mulut obyek wisata Goa Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (7/3/2013).

“Mereka biasanya melihat postingan di Instagram, mereka cari yang nge-hit di media sosial seperti ke Kalibiru, Goa Pindul, Pantai ke Indrayanti dan Timang,” ungkap Widodo saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Widodo menambahkan ada pula wisatawan yang juga berkunjung di seputar Kota Yogyakarta seperti ke sentra pembuatan logam di Kota Gede. Menurutnya, obyek-obyek wisata itu biasanya diminati oleh wisatawan yang berasal dari kelompok perusahaan.

“Kalau yang individual traveler, mungkin karena terbatas dana dan waktu, mereka pergi ke tempat-tempat wisata yang umum. Kecuali kalau yang sudah beberapa kali di Yogyakarta, mereka cari yang wisata yang lain. Mereka akan lebih memilih ke luar Kota Yogyakarta. Mereka mengunjungi pantai-pantai di Gunung Kidul, bertualang ke Gunung Merapi. Lihat sunrise di Gunung Kidul, dan ke Kalibiru. Itu tergantung masing-masing wisatawan, kunjungan pertama atau kedua ke mana,” papar laki-laki alumni Universitas Gadjah Mada itu.

******

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam.

Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Cara Mudah Dapatkan Liburan Gratis di Yogyakarta Bareng “Take Me Anywhere 2”

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/18/070500927/wisata.yogyakarta.tak.sekadar.malioboro

Leave a Reply