Wisatawan AS Menikmati Pecel Pitik Dan Membuat Kucur Di Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebanyak 14 wisatawan asal Amerika yang tergabung dalam kelompok The Friendship Force of Columbia Cascade, USA mengunjungi Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

Bukan hanya sekadar berkunjung, mereka juga menikmati makanan khas Pecel Pitik dan juga mempraktikkan membuat jajanan tradisional kucur dan pisang goreng.

“It’s really spicy, but tasty. I like the chicken flesh,” ungkap salah satu peserta sambil tertawa ketika mencoba kuliner Pecel Pitik yang terbuat dari ayam kampung yang dimasak dengan parutan kelapa.

Sebelum menikmati pecel pitik, rombongan yang sebagian besar berusia lanjut tersebut diajak melewati persawahan yang ada di sekitar desa.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Wisatawan AS menari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

Bagi yang wanita menggunakan kain panjang atau jarit bagi yang wanita, dan udeng bagi yang laki-laki.

Pamela Brown (50) salah satu peserta kepada KompasTravel mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa dengan melewati persawahan.

Perempuan yang juga seorang novelis tersebut mengaku sedang membuat cerita rentang seorang gadis China dan keluarganya, lengkap dengan latar belakang mereka sebagai petani. “Ini bisa menjadi pengalaman dan inspirasi bagi tulisan saya,” katanya.

Mereka juga diajak untuk menyaksikan tontonan khas masyarakat Kemiren seperti angklung paglak dan tari gandrung yang menjadi welcome dance bagi setiap tamu yang datang ke Banyuwangi.

“Ikut menari sangat menyenangkan sekali. I love their local wisdom, ” kata Wayne Potter sambil menirukan tarian Gandrung.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Wisatawan AS membuat kue cucur dan pisang goreng di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

Puas menari, mereka diajak membuat makanan khas rakyat berupa pisang goreng dan kue cucur. Satu per satu mereka mencoba membuatnya. Setiap ada yang matang, langsung mereka cicipi.

“Saya suka pisang goreng. Tempo hari pernah mencoba di Solo, rasanya manis. Pisang goreng di sini juga tidak kalah enak,” kata Wayne.

Rombongan The Friendship Force adalah komunitas yang tujuannya menciptakan perdamaian dan kesepahaman antara orang-orang dengan budaya yang berbeda.

Mereka tinggal dan hidup dengan masyarakat selama beberapa waktu untuk tahu lebih dalam tentang masyarakat tersebut.

Komunitas ini digagas oleh Presiden ke-39 AS, Jimmy Carter pada tahun 1977 dan komunitas ini masih aktif hingga sekarang.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Wisatawan asal Amerika tinggal selama dua hari di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

Mereka tinggal di Banyuwangi dan berkunjung ke beberapa destinasi wisata dan budaya selama di Banyuwangi. Antara lain Museum Blambangan, Klenteng Hoo Tong Bio, berkunjung ke Desa Adat Kemiren, dan melepas tukik di Pantai Boom.

Tahun ini, anggota The Friendship Force Columbia-Cascade yang terdiri dari 300 klub itu memilih Indonesia di top three choices. Ada 4 kota yang dipilih yakni Solo, Surabaya, Banyuwangi dan Bali. Mereka berada di Indonesia selama 3 minggu, mulai dari 26 Agustus hingga 6 September 2016.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/02/052600227/Wisatawan.AS.Menikmati.Pecel.Pitik.dan.Membuat.Kucur.di.Banyuwangi

Leave a Reply