Wow… Teh Ini Memiliki Rasa Dan Aroma Jenang Sumsum

KOMPAS.com – Teh adalah sebuah tradisi. Di hampir seluruh belahan dunia memiliki caranya masing-masing dalam menikmati secangkir teh. Mulai dari yang mensakralkan hingga yang menjadikan teh sebagai minuman sehari-hari.

Nah kali ini ada sebuah teh yang luar biasa unik. Karena dia diciptakan bukan untuk menjadi sebuah tradisi, tapi ia diproduksi untuk merawat tradisi yang sudah ada.

Teh yang terinspirasi dari kearifan lokal. Teh Savis namanya. Dari puluhan macam teh, salah satu yang menarik hati saya adalah Pandanus Green Tea dari Savis. Kenapa? Karena teh ini memiliki rasa dan aroma seperti Jenang Sumsum. Wow…

Ya benar. Pertama menghirup dan mencecap teh ini saya lantas teringat akan sebuah hidangan di masa kecil. Yaitu penganan yang terbuat dari beras yang dipukul-pukul sehingga jadi tepung, dimasak dengan santan asli dari kelapa tua, diberi daun pandan dan disajikan dengan wadah dan sendok yang dibuat dari daun pisang. Bubur sumsum namanya, atau orang Solo menyebutnya jenang sumsum.

Zaman tahun 80-an saat saya taman kanak kanak, setiap hari saya membeli Jenang sumsum pada ibu-ibu yang tiap sore selalu mampir ke rumah dan memanggil saya si pelanggan kecilnya.

Tak jarang ia berjalan jauh hanya demi menyisakan seporsi untuk saya. Karena suatu hari pernah, ia lewat dengan bakul yang sudah kosong. Saya sedih sekali karena hari itu tidak bisa menyantap bubur buatannya.

Sejak itu ia selalu menyisakan minimal seporsi dalam perjalanan pulang supaya saya bisa makan buburnya. Tapi sejak saya kelas 3 SD entah ke mana ibu penjual bubur sumsum tersebut.

Meski puluhan tahun berlalu tapi kenangan akan kebaikan ibu dan aroma buburnya tak akan saya lupakan.

Bubur atau jenang sumsum tradisional memiliki rasa dan tekstur yang berbeda dengan bubur atau jenang sumsum masa kini yang cenderung dibuat dengan bahan serba instan dan di wadah plastik atau piring kaca.

CATUR GUNA YUYUN ANG Pandanus Green Tea dari Savis. Teh ini memiliki rasa dan aroma seperti Jenang Sumsum.

Saat dimakan, bubur sumsum tradisional dimakan tanpa saus gula pun sudah enak. Gurihnya itu dapat banget. Dan inilah rasa teh Savis aroma Pandanus Green Tea yang saya coba.

Ia memiliki rasa bubur atau jenang sumsum tradisional. Tak hanya dari segi aroma tapi bahkan teh ini juga memiliki tekstur gurih di lidah. Seolah kita sedang menikmati bubur sumsum dalam versi cair.

Selain rasa Pandanus Green Tea yang mampu membangkitkan kisah nostalgia masa kecil, teh Savis juga memiliki aneka rasa yang terkait kearifan lokal lainnya.

Sebut saja Teh Krampoel yang akan mengingatkan anda akan budaya wedangan di kota Solo, Sekar Kedhaton yang akan membawa anda pada imajinasi kecantikan dan keanggunan sang putri Solo, atau Blue Bunaken yang saat meminumnya anda akan langsung merasakan sensasi indahnya lautan Sulawesi.

Tak berhenti di sana, masih banyak sekali budaya dan tradisi yang diracik oleh savis dalam secangkir teh. Jika penasaran bisa langsung buka web-nya di www.savistea.com. (Wisataseru/Catur Guna Yuyun Ang)
Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/11/213500827/wow.teh.ini.memiliki.rasa.dan.aroma.jenang.sumsum

Leave a Reply